KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Cuaca panas kian panjang, berdampak buruk pada produksi pertanian. Bukan hanya mengancam kekeringan namun juga berdampak pada ekonomi.
Pasalnya, harga kebutuhan pokok seperti beras mengalami kenaikkan drastis. Ditingkat pedagang tradisional, harga beras tembus Rp 40.000 perkulak atau setara dengan 2,5 Kg.
Dibeberapa pasar tradisional, harga beras mengalami kenaikkan yag cukup signifikan. Diprediksi harga beras akan terus melonjak seiring dengan kondisi cuaca panas.
Baca Juga :
Pasokan beras yang dihasilkan petani sawah mulai menipis. Sementara, petani tidak dapat bercocok tanam akibat suplai air sawah yang tidak normal.
Bahkan, dibeberapa wilayah sawah mengalami kekeringan. Hal ini akan berpengaruh pada harga beras yang kian mahal.
“Harga beras mulai naik menjadi Rp 40.000 perkulak. Sementara, suplai beras dari petani terus berkurang,” ungkap salah seorang pedagang beras, Wansahadi (47).
Jika melihat kondisi cuaca, kemarau akan panjang terjadi. Sawah kekeringan, petani tidak dapat mengolah sawah dengan baik.
Dampaknya, perekonomian masyarakat akan semakin sempit. Angka kemiskinan akan kembali bertambah.(yti)

One comment