KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Mencuatnya persoalan aliran dana iuran wajib anggota Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Mandiri Kaur menarik perhatian sejumlah tokoh.
Selain itu, para anggota KPN Mandir yang merupakan ASN di Kabupaten Kaur ini mencurugai adanya pinjaman macet. Bahkan, aliran iuran wajib anggot selam bertahun-tahun juga tidak jelas.
Apalagi, pengurus KPN Mandiri Kaur juga tidak pernah menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT). Pengurus juga tidak memberikan penjelasan soal keuangan KPN.
Baca Juga :
Rugikan Negara Rp 500 Juta, Kades, Bendahara dan Kadus Di Seluma Dijebloskan Dalam Tahanan
Anehnya lagi, anggota merasa ada yang ganjal karena pengurus selalu mengelak jika ada yang menanyakan soal keuangan KPN.
Anggota KPN Mandiri memiliki kewajiban yaitu membayar iuran wajib setiap bulannya sebesar Rp 30.000.
Iuran wajib ini dibayar pada saat anggota gajian setiap bulan. Sayangnya, iuran wajib ini tidak pernah ada laporan berapa jumlahnya dan dipergunakan untuk apa.
Pengurus juga menyatakan kas KPN kosong. Hal ini tentu hal yang aneh karena setiap bulan anggota bayar iuran wajib.
“Jangankan ada kabar untung, laporan keuangan saja tidak pernah dilakukan pengurus. Curiga ya pasti, karena dikemanakan iuran wajib anggota,” ujar salah seorang anggota KPN yang minta identitasnya tidak disebutkan.
Menarik :
Material Rabat Beton Desa Penantian Disorot, Warga : Dapat Dari Kuari Mana
KPN Mandiri melayani pinjaman bagi anggotanya. Dari pinjaman ini, KPN mendapat keuntungan dari bunga pinjaman tersebut.
Meskipun, bunga pinjaman KPN Mandiri sangat kecil, namun tetap saja memberi keuntungan bagi KPN, tutupnya.(yti)

Leave a comment