KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Warga Desa Penantian Kecamatan Kelam Tengah Kabupaten Kaur menyoroti asal usul material batu dan pasir pembangunan jalan rabat beton yang menelan biaya mencapai ratusan juta rupiah.
Material batu, koral maupun pasir yang dipergunakan Pemerintah Desa (Pemdes) Penantian ini disinyalir bukan berasal dari kuari resmi berizin.
Kuat dugaan material diperoleh dari aktivitas penambangan galian C ilegal. Untuk itu, dalam pelaporannya perlu di cek kebenaran asal material galian C.

“Material galian C pekerjaan rabat beton Desa Penantian ini patut dipertanyakan dari mana asalnya. Karena informasi yang beredar kuari resmi yang ada di wilayah Padang Guci tidak membenarkan material dari mereka,” ucap warga setempat yang minta identitasnya disembunyikan.
Diakhir tahun pada audit regular oleh Inspektorat hendaknya benar-benar dicek kebenaran laporan pertanggungjawaban khususnya tandatangan pemilik kuari.
Kemudian, pada pemeriksaan fisik rabat beton juga diharapkan dapat diteliti ulang. Bangunan yang baru selesai dikerjakan ini juga sudah banyak yang retak.
Disamping itu, ada item pekerjaan pengupasan badan jalan. Padahal, jalan yang dikupas menggunakan alat berat ini sudah terbentang badan jalan yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun sebelumnya.
Upaya konfirmasi kepada Pemdes Penantian masih dilakukan guna mencari keterangan resminya terkait dengan keluh kesah warga desa tersebut.(team)

2 comments