Skip to content

Merawat Ghirah Kebangkitan Nasional dalam Mewujudkan Merdeka Belajar

Rosnita - Tenaga pendidik SD Negeri 99 Kaur
Rosnita - Tenaga pendidik SD Negeri 99 Kaur

Merawat Ghirah Kebangkitan Nasional dalam Mewujudkan Merdeka Belajar

Oleh: Rosnita*

Kesadaran terhadap pentingnya pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Tanpa kesadaran akan pentingnya pendidikan, seseorang mungkin akan menganggap remeh atau bahkan mengabaikan pendidikan sebagai suatu hal yang tidak begitu penting.

 

Pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membantu seseorang untuk mengembangkan karakter, sikap, nilai, dan mental yang positif untuk dapat sukses dalam kehidupan.

 

Maka, kesadaran akan pentingnya pendidikan akan membuka mata seseorang untuk mengetahui betapa pentingnya pendidikan dalam menjalani kehidupan.

 

Melalui pendidikan, seseorang dapat meningkatkan kualitas hidupnya dan juga membantu untuk memperbaiki kehidupan orang lain serta lingkungannya. Pendidikan memungkinkan seseorang untuk memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengejar cita-cita dan meraih kesuksesan dalam kehidupan.

 

Pendidikan juga penting untuk membangun generasi masa depan yang berkualitas dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dunia yang terus berkembang.

 

Dengan demikian, kesadaran akan pentingnya pendidikan menjadi sangat penting untuk dipahami dan diimplementasikan bagi setiap orang.

 

 

Sejarah dan Hubungan

 

Hubungan antara pendidikan nasional dengan Hari Kebangkitan Nasional terjadi sejak awal pergerakan nasional di Indonesia, yang dimulai pada awal abad ke-20. Pada masa itu, para tokoh nasionalis Indonesia mulai merintis gerakan untuk memperjuangkan kebebasan dan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda.

 

Salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui pendidikan nasional, yakni dengan memperjuangkan hak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan merdeka dari pengaruh kolonialisme Belanda.

 

Gerakan ini semakin gencar pada tahun 1920-an melalui pendirian organisasi-organisasi seperti Sarekat Islam dan Muhammadiyah yang memperjuangkan kemandirian pendidikan dari kolonialisme Belanda.

 

Pada tanggal 20 Mei 1908, peristiwa penting terjadi dalam sejarah pergerakan nasional di Indonesia, yaitu periode awal terbentuknya Budi Utomo.

 

Peristiwa ini diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, yang menandakan dimulainya gerakan nasional untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tanggal tersebut menjadi hari nasional dan diperingati sebagai momen penting dalam sejarah Indonesia.

 

Selama perjalanan pergerakan nasional Indonesia, pendidikan nasional selalu menjadi dua hal yang terkait erat dengan hari Kebangkitan Nasional. Pendidikan memainkan peran penting dalam menguatkan nasionalisme dan identitas nasional.

 

Banyak organisasi, tokoh, dan lembaga yang berkontribusi dalam pendidikan nasional terus memperjuangkan hak pendidikan yang merdeka dan berkualitas bagi rakyat Indonesia.

 

Hari Kebangkitan Nasional menjadi momen penting untuk memperingati perjuangan pendidikan nasional selama sejarah pergerakan nasional di Indonesia.

 

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan nasional dalam pembangunan nasional dan mencapai kemerdekaan. Oleh karena itu, Hari Kebangkitan Nasional menjadi simbol penting dalam sejarah pendidikan nasional di Indonesia.

 

 

Ghirah (semangat) mewujudkan merdeka belajar

 

Merawat ghirah atau semangat kebangkitan nasional menjadi sangat penting dalam mewujudkan konsep “merdeka belajar”.

 

Konsep merdeka belajar mengacu pada hak setiap individu untuk memperoleh pendidikan yang bermutu dan sesuai dengan potensinya tanpa terhalang oleh faktor ekonomi, geografis, maupun politik.

 

Semangat kebangkitan nasional dapat membantu mendorong terwujudnya merdeka belajar dengan cara memberikan motivasi dan semangat kepada semua pihak di dalamnya, baik itu peserta didik, guru, maupun pemerintah.

 

Semangat kebangkitan nasional dapat membawa perubahan positif dalam mewujudkan merdeka belajar, di antaranya:

 

  1. Penghargaan terhadap pendidikan sebagai kebutuhan dasar bagi setiap warga negara.
  2. Memperkuat komitmen pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang setara dan bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia.
  3. Memberikan semangat dan motivasi kepada peserta didik sebagai generasi penerus bangsa agar lebih bersemangat dan giat dalam belajar.
  4. Mendorong guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi peserta didik.

 

Dengan semangat kebangkitan nasional, masyarakat Indonesia akan lebih memperhatikan pentingnya pendidikan dan berkomitmen untuk mewujudkan merdeka belajar untuk semua warga negara. Dengan demikian, Indonesia dapat terus berkembang maju dan menjadi bangsa yang lebih baik di masa depan. (*)

 

Artikulasi:
balitbangdiklat.kemenag.go.id: “Ghirah” (غيرة), dalam bahasa Arab secara literal bisa bermakna cemburu. Adapun secara terminologis yakni semangat yang menggelora dalam setiap jiwa manusia. Ghirah hampir mirip bentuk ejaannya dengan kata dalam bahasa Indonesia yaitu gairah.

==========================

Artikel ini ditulis oleh: Rosnita, Tenaga Pendidik SD Negeri 99 Kaur, Bengkulu*

2 comments

Tinggalkan Balasan