Skip to content

Miris, Enam Bulan Insentif 2024 Tak Dibayar Kades, Kader Posyandu Setahun Lebih Hanya Dijanjikan

KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Nasib miris dialami para kader Posyandu di Desa Tanjung Ganti I Kecamatan Kelam Tengah Kabupaten Kaur. Hingga saat ini, insentif selama enam bulan pada tahun 2024 belum juga dibayarkan oleh pihak pemerintah desa.

Lebih memprihatinkan lagi, para kader mengaku sudah lebih dari satu tahun hanya menerima janji tanpa kepastian.

Para kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat tingkat desa, terutama bagi ibu dan anak, merasa kecewa atas kondisi tersebut.

Pasalnya, tugas yang mereka jalankan bukanlah hal ringan. Mulai dari penimbangan balita, penyuluhan gizi, hingga pendataan kesehatan warga tetap dilakukan secara rutin meski tanpa dukungan insentif yang layak.

Salah seorang kader yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, insentif kader Posyandu Bulan Juli hingga Desember 2024 tak kunjung dibayarkan. Mereka dijanjikan akan menerima insentif secara berkala.

Baca Juga : 

Syukuran Potong Sapi dan Kambing, Bentuk Doa dan Dukungan Moril Orang Tua Kepada Anaknya Jalankan Tugas Negara

Namun hingga memasuki tahun 2025, realisasi pembayaran tak kunjung dilakukan. Tahun 2026, kader Posyandu ini justru telah dirumahkan tanpa ada pembayaran hak insentifnya enam bulan tahun 2024 yang belum dibayarkan.

“Sudah lebih dari satu tahun kami hanya dijanjikan. Untuk tahun 2024 saja, ada enam bulan yang belum dibayar. Kami tetap bekerja karena ini panggilan sosial, tapi kami juga berharap ada perhatian dari pemerintah desa,” ujarnya.

Kondisi ini tentu berdampak pada semangat kerja para kader. Meski demikian, mereka tetap berusaha menjalankan tugas demi kepentingan masyarakat, khususnya dalam menjaga kesehatan ibu dan anak di desa.

Beberapa kader berharap adanya transparansi dari pemerintah desa terkait pengelolaan dana, terutama yang diperuntukkan bagi insentif kader Posyandu. Mereka juga meminta pihak terkait di tingkat kecamatan hingga kabupaten untuk turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kalau memang ada kendala anggaran, seharusnya disampaikan secara terbuka. Jangan hanya janji terus tanpa kejelasan,” tambah kader lainnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa setempat belum memberikan keterangan resmi terkait belum dibayarkannya insentif kader Posyandu tersebut.

Masyarakat pun berharap persoalan ini segera mendapat perhatian serius, mengingat peran kader Posyandu sangat vital dalam mendukung program kesehatan pemerintah di tingkat desa.

Tanpa dukungan yang memadai, dikhawatirkan pelayanan kepada masyarakat akan ikut terdampak.(**)

Article topics

One comment

Tinggalkan Balasan