Skip to content

UPDATE TERBARU: Kabar Dugaan OTT KPK di Bengkulu

Wartawan menunggu informasi resmi - Foto Aset BT
Wartawan menunggu informasi resmi - Foto Aset BT

BENGKULU, NUSANTARA MAILS – Informasi mengenai dugaan operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Provinsi Bengkulu pada Senin malam (9/3/2026) menjadi perhatian banyak pihak, termasuk pejabat daerah dan jurnalis. Beredar kabar bahwa seorang kepala daerah di Bengkulu diduga ikut terlibat dalam operasi tersebut.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun di lapangan, pejabat yang dikabarkan terkait adalah Bupati Kabupaten Rejang Lebong.

Informasi menyebutkan dugaan keterlibatannya terjadi saat ia menghadiri acara peringatan ulang tahun di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Sumber di kalangan wartawan menyampaikan bahwa sebelum Bupati Rejang Lebong diperiksa, tim KPK diduga terlebih dahulu melakukan penjemputan terhadap seorang pengusaha dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Kemudian, Bupati Rejang Lebong bersama istrinya disebut ikut dibawa oleh tim KPK untuk proses lebih lanjut.

Mereka kabarnya dibawa ke Kota Bengkulu dan menjalani pemeriksaan awal di Polresta Bengkulu. Selain itu, informasi yang beredar menyebutkan proses pemeriksaan juga berlangsung di dua lokasi berbeda, yaitu Polresta Bengkulu dan Polres Kepahiang.

BREAKING NEWS : Dikabarkan KPK OTT Salah Satu Bupati dan Sekwan Di Provinsi Bengkulu Malam Ini

Berita tambahan yang beredar menyebutkan bahwa rumah seorang pejabat di wilayah Kabupaten Rejang Lebong diduga telah dipasangi garis penyegelan oleh tim KPK. Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi terkait hal tersebut.

Pantauan di Polresta Bengkulu menunjukkan puluhan wartawan dari berbagai media telah menunggu sejak malam hari untuk mendapatkan kepastian kabar tersebut.

Sementara itu, di wilayah Kabupaten Kepahiang, sejumlah wartawan juga dilaporkan bersiaga di Polres setempat untuk mengikuti perkembangan informasi ini.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dan KPK belum memberikan konfirmasi resmi terkait dugaan OTT tersebut.

Para jurnalis masih menunggu keterangan resmi dari instansi berwenang mengenai kabar yang tengah menjadi perhatian publik.

(*)

One comment

Tinggalkan Balasan