Skip to content

Akar Masalah Papua Tak Pernah Terselesaikan, Berapa Banyak Lagi Nyawa Harus Melayang Untuk Mengangkat Akarnya

Oleh : Lhyna Marlinaa

NUSANTARAMAILS.COM – Entah sampai kapan nyawa manusia di Papua harus menjadi korban. Pemerintah sibuk menghitung jumlah korban setiap kali tragedi baru terulang dan kembali terkejut

Situasi ini memberi sinyal jelas bahwa ada akar persoalan yang belum pernah benar-benar diselesaikan di Papua. Selama akar masalah itu diabaikan, maka korban akan terus berjatuhan baik dari pihak TNI/Polri, TPNPB-OPM, maupun masyarakat sipil yang tidak bersalah.

Sudah saatnya pemerintah Indonesia menyadari bahwa konflik di Papua bukan semata persoalan keamanan. Ini adalah persoalan mendasar yang menuntut penyelesaian akar masalah secara jujur, terbuka, dan bermartabat.

Pemekaran provinsi, Otonomi Khusus, dan pembangunan fisik tidak akan pernah mampu meredakan konflik jika sumber persoalannya tidak disentuh. Kebijakan administratif bukanlah solusi bagi persoalan yang bersifat historis, politik, dan kemanusiaan.

Baca Juga : 

Lencana Emas vs Pagar Makan Tanaman, Ketika Sang ‘Pagar Justru Menggerogoti Tanaman’

Jika akar persoalan tidak diselesaikan, maka setiap kebijakan baru hanya akan menjadi tambalan sementara di atas luka lama yang terus berdarah.

Karena itu, satu-satunya jalan yang bermakna adalah membuka ruang dialog yang transparan, melibatkan pihak ketiga yang netral, serta mendengarkan semua suara yang selama ini diabaikan.

Tanpa keberanian untuk menyelesaikan akar persoalan Papua, kekerasan dan jatuhnya korban jiwa tidak akan pernah benar-benar berhenti di tanah ini.

Papua tidak butuh lebih banyak korban. Papua butuh penyelesaian yang adil dan bermartabat. Jangan ada lagi nyawa melayang, Papua saudara kita, mereka bagian dari tubuh NKRI.(**)

One comment

Tinggalkan Balasan