NUSANTARAMAILS.COM – Merebaknya kasus guru yang dipolisikan atau diseret ke ranah hukum akibat mendidik disiplin anak semakin memprihatinkan.
Terbaru, kasus guru honorer di Jambi yang dijadikan tersangka karena memangkas rambut anak didiknya yang dicat warna pirang.
Kisah ini menjadi inspirasi sebagian orang tua yang menitipkan pesan menyayat hati melalui puisi.
“Nak, Jangan Jadi Guru”
Nak, kau tahu penjara itu apa isinya sekarang?
Bukan penjahat pelaku kriminal …
Tapi, GURU
Salah mereka cuma satu, Nak.
Berusaha memperbaiki akhlaq yang rusak.
Nak, negari ini membebaskan anak-anak untuk kurang ajar.
Tapi, melarang guru bertindak tegas.
Murid boleh mengancam,
guru tak boleh marah.
Murid boleh mengeroyok,
guru tak boleh melawan.
Murid boleh memaki,
guru tak boleh menegur.
Mendidik di negeri ini berbahaya, Nak.
Salah ucap, kau viral.
Salah sikap, kau kriminal.
Salah niat, kau masuk sel.
Di negeri ini,
anak disebut korban meski tangannya penuh batu.
Guru disebut pelaku meski tubuhnya penuh luka.
Nak, jangan jadi guru.
Buang cita-citamu menjadi guru di negeri yang sudah berhenti mencintai pendidikan.
Salam sehat, selamat beristirahat sembari seruput Kopi Tanpa Gula (Koptagul).(**)

One comment