Skip to content

Jelang Peringatan Sumpah Pemuda, FPMNI Gelar Diskusi Publik, Pancasila Sebagai Pemersatu Perbedaan

FPMNI Medan diskusi publik menyambut hari Sumpah Pemuda.

MEDAN || NUSANTARAMAILS.COM – Menyambut peringatan hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2025 mendatang, Forum Pemuda Mahasiswa Nasional Indonesia (FPMNI) Medan, Sumatera Utara (Sumut) gelar diskusi publik mengusung tema “Menyatukan perbedaan, menguatkan persatuan dengan mengamalkan Pancasila sebagai dasar negara” Sabtu (18/10/2025).

Indonesia lahir dari semangat perbedaan yang disatukan lewat semangat Sumpah Pemuda yang diwariskan sampai sekarang. Untuk itu, jangan jadikan perbedaan sebagai penghambat.

“Perbedaan adalah kekuatan. Perbedaan yang kita miliki mari kita satukan dengan mengamalkan Pancasila sebagai pemersatu bangsa,” jelas Koordinator FPMNI, Ambrin BW Simbolon dalam diskusi tersebut.

Lebih jauh disampaikan, sebagai kaum muda, saat ini kita tengah dihadapkan dalam berbagai situasi sulit menyongsong Indonesia Emas 2045. Apakah nantinya Indonesia Emas 2045 menjadi peluang atau bahkan ancaman bagi kita kaum muda?

Baca Juga : 

Kabar Miring Rutan Kelas I Medan Jadi Sarang Narkoba Ternyata Hoaxs, Mantan Warga Binaan dan Aktivis Nasional Angkat Bicara

Dalam negara demokrasi perbedaan pendapat adalah hal yang wajar begitupun dalam menyampaikan pendapat dan aspirasi juga dijamin oleh Undang Undang (UU), namun harus tetap dalam aturan dan etika yang berlaku sehingga tidak merugikan kepentingan umum.

“Kita berharap forum diskusi ini tidak berhenti di sini, karena masih banyak pemuda yang harus kita sentuh untuk mengajarkan kepada mereka nilai-nilai Pancasila sebagai pemersatu Bangsa dan Negara, sebutnya.

Semetara pembicara lainnya, Rivaldo Nababan yang juga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Katolik Santo Thomas (Unika) Medan mengatakan, di 2045 nanti kitalah para kaum muda yang bakal mengisi era Indonesia Emas itu. Untuk itu, mulai dari sekarang kita sebagai kaum muda harus saling dukung untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Tugas kita juga bagaimana mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari untuk menguatkan semangat persatuan. Untuk menyatukan perbedaan mari kita mulai dari diri sendiri. Menjadikan perbedaan sebagai kekuatan,” ungkapnya.(**)

Article topics

2 comments

Tinggalkan Balasan