KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Benar saja apa yang menjadi bahasa kiasan dalam politik yang menyebutkan bahwa tidak ada teman sejati dan tidak ada lawan abadi.
“Ketika buah super dibuang, maka akan ada penampung yang lebih baik siap ambil alih untuk menghasilkan keuntungan yang lebih baik lagi” itulah yang dapat menggambarkan kondisi politik internal partai Golkar Bengkulu.
Geopolitika internal partai yang kurang stabil pasca ketua DPD I nonaktif Dr Rohidin Mersyah, MMA menjadi tersangka di Pilkada, suhu politik kian tak menentu.
Mirisnya, kader yang dinilai masyarakat memiliki prestasi dan berkemampuan membawa partai terbang tinggi justru tersingkir.
Baca Juga :
Parkir Di Tepi Sawah, Motor Dinas Penyuluh Pertanian Kaur di Kabarkan Raib
Dijatuhkan, diasingkan bahkan di buang bak ketimun bungkuk. Namun, pandangan berbeda bagi partai besar lain yang justru telah lama mengintai kapan buah super tersebut dilepas pemiliknya.
Ada kader partai berlambang pohon beringin yang memiliki karismatik tersendiri serta dinilai sukses memimpin DPD II kini dipandang tak berguna oleh internal partainya.
Bak pepatah, “pucuk dicinta ulam pun tiba” partai besar yang selama ini sudah lama mengincar buah yang dicampakkan, kini mulai merapatkan sayap untuk merangkul.
Seperti partai Demokrat dibawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono dan Partai Gerindra besutan Presiden RI, Prabowo Subianto sudah menyiapkan kursi ternyaman untuk kader pohon beringin satu ini.
“Partai Golkar harus lebih ekstra hati-hati dalam mengambil sikap politik di internal. Salah sedikit saja, imbasnya pada 2029 bahkan Pilkada serentak 2031 khususnya di Kabupaten Kaur,” ungkap Seitapi (46).(yti)

One comment