BENGKULU SELATAN || NUSANTARAMAILS.COM – Forum Peduli Wilayah Kedurang Bengkulu Selatan (FPWKBS) menyayangkan aksi unjuk rasa yang akan digelar oleh Aliansi Selamatkan Bengkulu Selatan (ASBS) dan Forum Peduli Warga Kedurang (FPWK) di PT Dinamika Selaras Jaya (DSJ).
“Menurut saya, aksi unjuk rasa di PT DSJ tersebut tidak masuk akal. Mengapa, karena tuntutannya bukan menjadi ranahnya warga BS,” ujar Ketua FPWKBS, Heven Sugiro kepada awak media, Sabtu (21/6/2025).
Jika menyoal masalah Tapal Batas (Tabat) tidak ada lagi yang perlu diperdebatkan karena sudah selesai dan diputuskan serta sah secara administrasi dan perundang-undangan.
Lahan PT DSJ sah berada di wilayah Kabupaten Kaur. Semua sudah tertuang dalam keputusan yang ditetapkan, Pemkab BS sendiri sudah mengakui lahan PT DSJ masuk di wilayah Kabupaten Kaur.
Baca Juga :
Jamin Keamanan dan Iklim Investasi, Polri Tuntaskan 3.326 Kasus Premanisme Melalui Ops Serentak
Kemudian, tuntutan perizinan perusahaan yang dinilai tidak ada atau kurang lengkap itu bukan ranahnya warga Kabupaten BS untuk mempertanyakan.
Karena, perizinan perusahaan bukan Kabupaten BS yang menerbitkan melainkan Kabupaten Kaur yang punya wewenang. Itu masalah masyarakat Kaur yang akan menuntut bukan dari Kabupaten BS.
“Kepada masyarakat Kabupaten BS mari kita berfikir dulu sebelum menyampaikan aspirasi terkait perusahaan PT DSJ tersebut,” ucapnya.
“Jangan sampai menimbulkan gesekan dan menumbuhkan benih perpercahan warga perbatasan antar kabupaten. Fokus kita adalah mendukung pembangunan yang dicanangkan pemerintah,” pesannya.
Menurut Heven Sugiro, sebelum ikut aksi ada baiknya jika direnungkan kembali dan dipelajari agar tidak merugikan diri sendiri dikemudian hari.
Jika ada indikasi dijanjikan memperoleh sesuatu pasca aksi maka harus ditelaah lebih dalam. Jangan sampai justru membuat masalah baru yang menjerat masyarakat di ranah hukum.
“Mari dewasa dan berfikir positif, tempatkan sesuatu pada tempatnya adalah perbuatan yang lebih bijak,” pungkasnya.(yti)

One comment