Skip to content

Cerpen : Buaya Yang Suka Tertawa

NUSANTARAMAILS.COM – Pada jaman dahulu, dikisahkan di sebuah sungai yang tenang, hiduplah seekor buaya bernama Bubu. Tubuhnya besar, giginya tajam, dan kulitnya bersisik keras. Tapi ada satu hal yang membuatnya berbeda dari buaya lain—Bubu suka tertawa!

Setiap kali mendengar sesuatu yang lucu, Bubu tertawa sampai perutnya sakit. Bahkan saat berburu, kalau ikan melompat dengan gaya aneh, Bubu malah tertawa dan ikannya kabur.

“Buaya seharusnya seram dan menakutkan! Kau malah tertawa terus!” kata Koko si bangau.

“Tapi aku tidak bisa menahannya! Semua hal di dunia ini terlalu lucu!” jawab Bubu sambil terkikik.

Suatu hari, kawanan buaya berkumpul untuk berburu bersama. Mereka berenang dengan tenang, menyelinap mendekati kawanan rusa yang sedang minum di tepi sungai. Semua buaya menahan napas, siap menerkam.

Tapi tiba-tiba…

“Kwek kwek kwek!” Seekor bebek kecil tersandung batu dan jatuh ke air dengan gaya yang sangat konyol.

Bubu tidak bisa menahannya. “WAHAHAHAHA!”

Baca Juga : 

Blusukan Ala Bupati Kaur, Bagi Uang Bukoan Kepada Kuli Bangunan

Suara tawanya menggema di seluruh sungai. Rusa-rusa yang tadinya lengah langsung lari terbirit-birit, dan semua buaya melotot ke arah Bubu.

“Bubu! Kau mengacaukan perburuan kita!” geram salah satu buaya tua.

“Maaf, maaf! Aku hanya tidak bisa menahan tawa!” kata Bubu, masih cekikikan.

Buaya-buaya lain kesal. “Kau tidak cocok jadi buaya! Buaya itu ganas, bukan pelawak!”

Bubu sedih. Ia pergi menyendiri di tepi sungai. “Mungkin aku memang bukan buaya yang baik…” gumamnya.

Tapi keesokan harinya, terjadi sesuatu. Seekor harimau lapar datang ke sungai, mengincar bangau, kura-kura, dan monyet yang sedang minum.

“Kali ini aku bisa makan dengan mudah!” kata harimau itu sambil menjilat bibirnya.

Tiba-tiba, Bubu melihatnya dan langsung teringat sesuatu—harimau itu punya ekor yang terlalu panjang!

Tanpa sadar, Bubu tertawa. “WAHAHAHAHA! Lihat ekormu! Panjang sekali! Bisa jadi tali lompat!”

Harimau terkejut. “Hah? Apa maksudmu?”

Bubu terus tertawa. “Dan kumismu! Seperti sapu kecil! Hahaha!”

Monyet, kura-kura, dan bangau mulai ikut tertawa. “Hihihi, benar juga!”

Harimau mulai merasa aneh. “H-hei, hentikan! Aku seram, bukan lucu!”

Tapi semakin harimau marah, semakin konyol ia terlihat, dan semua hewan tertawa semakin keras.

Akhirnya, harimau malu dan berlari pergi. “Aku tidak mau jadi bahan tertawaan!”

Semua hewan bersorak. “Hore! Bubu menyelamatkan kita!”

Bahkan kawanan buaya datang dan tersenyum. “Bubu, mungkin kau memang berbeda… tapi tawamu bisa membuat musuh lari! Itu luar biasa!”

Bubu tersenyum lebar. “Jadi aku tetap bisa jadi buaya, tapi dengan caraku sendiri?”

“Tentu saja!” kata buaya tua.

Sejak saat itu, Bubu tidak lagi merasa malu karena suka tertawa. Bahkan, ia menjadi buaya paling terkenal di sungai—bukan karena keganasannya, tapi karena tawanya yang bisa membuat siapa saja tersenyum.(**)

One comment

Tinggalkan Balasan