Skip to content

Satgas Ops Damai Cartenz Amankan Penyelundupan Senjata Ke KKB Puncak Jaya Papua

JAYAPURA || NUSANTARAMAILS.COM – Tim gabungan Satuan Tugas (Satgas) Ops Damai Cartenz bersama Polda Papua gagalkan upaya penyelundupuan senjata api serta amunisi yang diperuntukkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Lerimayi Telengen di Puncak Jaya.

Satgas Ops Damai Cartenz mengamankan puluhan senjata api bersama amunisinya yang dibawa oleh Yuni Enumbi (29). Yuni Enumbi dijadikan tersangka utama penyelundupan senjata api tersebut.

Selain Yuni Enumbi, Tim Satgas Damai Cartenz bersama Polda Papua juga mengamankan dua orang lainnya yakni Yudhi Kalalo yang merupakan sopir yang mengangkut barang, dan Matius Payokwa yang berperan sebagai helper untuk membantu pengangkutan barang.

“Operasi ini merupakan hasil pemantauan yang dilakukan sejak 1 hingga 7 Maret 2025, mengungkap pergerakan senjata dari Jayapura menuju Puncak Jaya,” kata Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2025, Kombes Yusuf Sutejo, dalam keterangan resmi, Sabtu (8/3/2025) dikutip kompas.com.

Berdasarkan informasi intelijen, senjata tersebut akan diserahkan oleh tersangka utama, Yuni Enumbi (29), yang akhirnya ditangkap dalam operasi ini.

Baca Juga : 

Buka Puasa Bareng: Makan atau Reuni Tahunan?

“Dari hasil operasi, sejumlah barang bukti berhasil diamankan, senjata dan amunisi, berupa dua pucuk senjata api laras panjang (belum terangkai), empat pucuk pistol G2 Pindad, 632 butir amunisi kaliber 5,56 mm, dan 250 butir amunisi 9 mm,” kata Yusuf.

Lalu, satu pucuk senapan angin (belum terangkai), beserta satu paket laser senter + mounting, satu teleskop + peredam, satu popor kayu warna coklat, serta satu laras dan tabung senapan angin.

Ada juga satu unit air compressor bertuliskan United Warna Biru (tempat penyimpanan senjata), satu ponsel Vivo Y19S, satu pompa, satu tas angin, dan satu kunci T, serta satu paket gurinda portabel.

Kemudian, beberapa tas, termasuk tas senapan angin dan tas selempang berisi identitas diri dan kartu ATM, serta uang tunai Rp 369,6 juta.

Berdasarkan keterangan tersangka, senjata tersebut dibeli dengan harga Rp 1,3 miliar dari luar Papua dan akan diserahkan kepada KKB di Puncak Jaya.

Sementara itu, sopir dan helper yang diamankan mengaku tidak mengetahui isi muatan yang mereka bawa. Yusuf menegaskan bahwa operasi ini masih berlanjut.

“Keberhasilan ini bukan akhir, melainkan awal dari penyelidikan lebih lanjut. Kami akan terus menelusuri asal-usul senjata ini dan siapa saja yang terlibat,” ujar Kombes Yusuf.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2025 Brigjen Faizal Ramadhani memberikan apresiasi atas kerja keras tim dalam menggagalkan penyelundupan ini.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras tim, kami berhasil menggagalkan penyelundupan berbagai jenis senjata dan amunisi yang rencananya akan disuplai kepada KKB di Puncak Jaya,” kata Faizal.

Tim Satgas Damai Cartenz terus memburu kelompok teroris tersebit yang kerap berulah. Bahkan, KKB kerap melakukan penyerangan terhadap TNI-Polri.(yti/kompas.com)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan