KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Politik, kata yang sulit diterjemahkan dalam konteks nyata di kehidupan keseharian. Pasalnya, politik itu sangat dinamis, lentur dan hanya dapat dirasa namun tidak terlihat jelas secara kasat mata.
Dalam dunia politik terkadang sulit mengenali mana kawan dan mana yang lawan. Politik identik dengan kepentingan. Ketika menguntungkan, akan ramai dukungan mengalir.
Politik angin deras hingga saat ini masih terjadi. Kemana arah angin kencang disitulah arah langkah kaki mengikutinya. Hal inilah mengapa dikatakan politik angin deras.
Baca Juga :
Tidak sedikit pejabat, politikus hingga masyarakat biasa yang memanfaatkan kompas untuk mengetahui arah mana angin kencang.
Ketika pejabat jika posisinya terancam maka akan mengikuti arah politik yang lebih mengalir deras. Sehingga, suara dukungan akan semakin terlihat ketika sudah mendekati hari pemungutan suara.
Berbelok arah, mencari titik aman merupakan langkah politik angin deras yang dianut sebagian masyarakat. Oleh karenanya, dalam politik jarang mengenal teman abadi maupun lawan abadi.
“Menganut politik angin deras sering kali dipertontonkan oleh kalangan menangah keatas. Bahkan, tidak sedikit elit politik yang berjuang dimenit akhir perebutan suara,” ujar salah seorang warga, Susanto (56).(yti)

3 comments