MANDAILING NATAL || NUSANTARAMAILS.COM — Kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Kali ini, 20 siswa MTs Mompang Jae Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) jadi korban, Kamis (10/9/2026).
Siswa mengeluh mual, muntah, lemas dan pusing setelah beberapa saat usai menyantap menu MBG yang disajikan ke sekolah.
Akibatnya, 20 siswa ini dilarikan ke Puskesmas terdekat guna mendapat penanganan medis.
Situasi sempat diwarnai kepanikan. Sejumlah siswa yang mengalami gangguan terpaksa dievakuasi menggunakan ambulance.
Peristiwa ini memicu suara kritis berbagai kalangan. Beberapa aktivis mendesak tata kelola serta standar keamanan makanan MBG patut di evaluasi.
Sekretaris Forum Independent Transparansi Anggaran dan Hukum (Fitrah), Saidul Anwar Rangkuti bersuara lantang.
Ia.minta aparat tidak hanya melakukan klarifikasi normatif atas insiden keracunan MBG.
Melainkan memeriksa menyeluruh terhadap pengelola SPPG yang menyuplai makanan kepada pelajar.
“Nyawa dan kesehatan anak-anak jauh lebih penting dibandingkan dengan menu makanan MBG. Pengawasan terhadap penyedia MBG patut dilakukan secara ketat,” ungkapnya.
Uji laboratorium harusnya dilakukan, bukan hanya sebatas klarifikasi serta permintaan maaf dari pengelola dapur SPPG.
“Taruhan nyawa terlalu mahal untuk program MBG. Kasus keracunan makanan sudah sering terjadi namun belum ada pemeriksaan yang nyata,” ungkapnya.(**)

Leave a comment