13. Stres emosional dan psikologis
Mengandung bayi kembar bisa menjadi pengalaman yang penuh tekanan. Kekhawatiran tentang kesehatan janin, persiapan untuk kelahiran, dan perubahan hidup yang akan datang bisa menyebabkan stres emosional dan psikologis.
Stres ini juga bisa berkontribusi pada rasa lelah yang luar biasa, karena tubuh dan pikiran bekerja keras untuk mengatasi berbagai kekhawatiran tersebut.
Ramalan Zodiak Aquarius 14 Juni 2024: Hari yang Penuh Tantangan
14. Nyeri payudara
Banyak Mama mengalami nyeri pada payudara. Ini disebabkan oleh peningkatan kadar hormon seperti estrogen dan progesteron dalam tubuh, yang menyebabkan perubahan pada jaringan payudara.
Selain itu, pertumbuhan janin kembar juga memicu peningkatan aliran darah ke payudara, yang dapat membuatnya terasa lebih sensitif dan nyeri.
Nyeri payudara ini sering kali dianggap sebagai salah satu tanda awal kehamilan kembar dan biasanya mereda seiring berjalannya waktu, terutama setelah tubuh beradaptasi dengan perubahan hormonal.
15. Sering buang air kecil
Dalam kehamilan kembar, rahim akan berkembang lebih cepat untuk menampung dua janin. Rahim yang membesar akan memberikan tekanan pada kandung kemih, sehingga menyebabkan ibu hamil sering merasa ingin buang air kecil.
Peningkatan hormon hCG dan progesteron juga dapat menyebabkan relaksasi pada otot-otot saluran kemih, yang membuat kandung kemih tidak dapat menampung sebanyak biasanya. Akibatnya, ibu hamil anak kembar sering merasa perlu buang air kecil lebih sering.

2 comments