KALIMANTAN TENGAH || NUSANTARAMAILS.COM – Aksi Unjuk Rasa (Unras) damai yang digelar masyarakat Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng) berakhir tragis.
Unras masyarakat atas gagalnya perusahaan kelapa sawit PT HMBP membangun kebun plasma ini berujung bentrok dengan aparat kepolisian.
Unras yang berjalan damai ini pecah menjadi mencekam. Letusan senapan aparat memecah massa. Alhasil, satu warga dikabarkan tewas tertembak.
Menyikapi insiden tragis tersebut, Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) serta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pontianak mengeluarkan pernyataan keras yang menyerukan Kapolri untuk mengusut tuntas dan mencopot Kapolda Kalteng dan Kapolres Seruyan.
Baca Juga :
KPN Mandiri Kaur Meradang, Tak Pernah Gelar RAT dan Uang Kas Dipertanyakan Anggota
Melansir laman Suara Kalbar.com, Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kembali munculnya kasus yang mengguncang masyarakat, setelah belum lama ini kasus tanah rempang.
Pengurus Bidang PTKP HMI Cabang Pontianak, Hafiz Azhari, dalam pernyataannya menekankan pentingnya hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat.
Dia menyatakan, “Aparat Kepolisian seharusnya menjadi penjaga, pelindung, dan pelayan masyarakat, namun tampaknya sekarang ini terlihat seperti mereka berkonflik dengan masyarakat,” katanya, Senin (9/10/2023) dikutip suarakalbar.com.
Hafiz Azhari juga menyoroti hak warga negara untuk menyampaikan aspirasi mereka secara publik, yang dilindungi oleh Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28E ayat (3).
Ia menegaskan bahwa demokrasi adalah salah satu nilai yang harus ditegakkan bersama di Indonesia.
“Dengan tegas, kami mengecam tindakan represif yang dilakukan oleh Kepolisian Polres Seruyan di Kalimantan Tengah dan menuntut agar Kapolri melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap kasus ini serta mencopot Kapolda Kalteng dan Kapolres Seruyan, karena terbukti gagal melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat,” ungkap Hafiz Azhari.
Lihat Juga :
KPN Mandiri Kaur Meradang, Tak Pernah Gelar RAT dan Uang Kas Dipertanyakan Anggota
Ia menambahkan, “Kami akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga tuntas, agar kasus serupa tidak terulang lagi di tanah air Indonesia yang kita cintai,” tutupnya.
Tragedi ini menarik perhatian masyarakat dan sejumlah aktivis di tanah air. Kapolri diminta bertindak tegas terhadap anak buahnya yang melakukan penembakan saat Unras terjadi.
Masyarakat juga menilai, peristiwa tersebut juga sebagai bentuk pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) yang dilakukan aparat terhadap masyarakat.(yti/suarakalbar)

Leave a comment