Nusantara Mails || Sebagai sebuah keterampilan berbahasa, menulis cerpen merupakan kombinasi dan refleksi yang terdiri atas kemampuan lingual dan imajinasi yang kompleks.
Oleh karena itu, untuk mencapai kemampuan ini, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menghimpun para penulis muda berbakat untuk diarahkan di bawah bimbingan para penulis cerpen (cerpenis) yang berpengalaman.
Baca Juga: Rencana Pemerintah Indonesia Wajibkan Platform Digital Bayar Konten Berita, Ini Tanggapan Google
Tujuannya agar dapat menghasilkan penulis muda yang terampil meramu cerita yang menarik dan enak dibaca sebagai salah satu sarana efektif dalam meningkatkan minat masyarakat terhadap pelestarian bahasa daerah.
“Para pemenang Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) bidang cerpen kami fasilitasi melalui kegiatan lanjutan berupa Kemah Cerpen agar kemampuan mereka terus berkembang dan terasah dengan lebih baik,” ujar Kepala Badan Bahasa, E. Aminudin Aziz, di Jakarta beberapa waktu lalu dalam Peluncuran Antologi Cerpen Berbahasa Daerah yang menjadi rangkaian dari puncak peringatan FTBIN 2023.

Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you. https://www.binance.com/en/register?ref=DB40ITMB