NUSANTARAMAILS.COM – Kades tersandung kasus korupsi Dana Desa (DD), Sekdes dan perangkat jarang ngantor menyebabkan pelayanan tersendat. Hal ini terjadi di Desa Kakulasan Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju Sulwesi Barat (Sulbar).
Kadesnya bernama Fince ini terjerat korupsi yang merugikan negara mencapai hampir Rp 1 miliar. Dalam pemeriksaan penyidik, Kades menghabiskan DD sebesar Rp 744 juta.
Dalam kasus korupsi ini hasil perhitungan kerugian negara sebanyak Rp 548 juta dan pembayaran bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 200 juta.
Kasus yang ditangani Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polresta Mamuju ini sudah naik menjadi penyidikan. Dalam waktu dekat, akan segera ditetapkan sebagai tersangka.
Baca Juga :
“Lebih banyak ditutup itu kantor desa,” kata Kepala Dusun Mitra Lestari Kakulasan Markus, Sabtu (29/7/2023) dikutip tribunnews.com
Hal ini membuat warga desa yang ingin mengurus surat-surat atau administrasi kesulitan, lantaran sekretaris desa juga jarang masuk kantor, sehingga pelayanan macet.
“Ya syukur kalau kebetulan ada sekretaris datang berkantor ya dilayani, tapi kalau dia tidak ada tidak jalan lagi itu pelayanan,” tambah Markus.
Akibat dari kasus ini kata dia, masyarakat sangat dirugikan sebab mereka butuh pelayanan maksimal dari pemerintah desa.
Bahkan, sudah berbulan-bulan gaji kepala dusun juga tidak diterima.
“Kami sebagai kepala dusun ya kerja-kerja ikhlas saja, gaji kami sudah tidak pernah lagi diterima imbas dari kasus korupsi ini,” bebernya.
Markus mengaku, sudah beberapa kali mengusulkan ke pemerintah kabupaten agar Desa Kakulasan memiliki pelaksana tugas.
Pelayanan masyarakat terganggu sejak Kades tersandung kasus korupsi DD. Pelayanan terhambat karena kantor desa kerap tutup.
Jangan Lewatkan :
Jaksa Keranjingan, Tukar Hukuman dengan ‘Pelayanan Ranjang’ Aksinya Divideokan
Sementara, Sekdes maupun perangkat desa lainnya jarang masuk kerja sehingga tidak ada layanan yang dapat diberikan kepada masyarakat.(yti/tribunnews)

3 comments