Nusantara Mails – Masih dari penelitian Alfred Kinsey, diketahui bahwa setidaknya ada 10 persen wanita yang tidak pernah mengalami orgasme sama sekali, baik dalam hubungan intim dengan pasangan maupun saat m*sturb*si.
Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan anorgasmia. Ini adalah istilah medis untuk menggambarkan kondisi kesulitan mencapai orgasme secara teratur meski telah menerima banyak rangsangan s*ksu*l. Kurangnya orgasme ini akhirnya bisa membuat seseorang stres atau mengganggu hubungan dengan pasangan.
Pada dasarnya, setiap wanita memiliki variasi dalam frekuensi orgasme dan jumlah rangsangan yang dibutuhkan untuk memicu orgasme. Kebanyakan wanita membutuhkan beberapa derajat rangsangan klitoris langsung atau tidak langsung dan tidak mencapai klimaks dari penetrasi saja. Ditambah lagi, orgasme sering berubah seiring bertambahnya usia, masalah medis, atau obat yang dikonsumsi minum.
Mengutip Mayo Clinic, ada beberapa jenis anorgasmia, antara lain:
- Lifelong Anorgasmia: Kondisi saat seorang wanita tidak pernah mengalami orgasme.
- Acquired Anorgasmia: Dulu pernah orgasme, tapi sekarang kesulitan mencapai klimaks.
- Situational Anorgasmia: Bisa mengalami orgasme hanya dalam keadaan tertentu, seperti saat melakukan s*ks oral atau m*sturb*si, atau hanya dengan pasangan tertentu.
- Generalized Anorgasmia: Seorang wanita tidak dapat mengalami orgasme dalam situasi apa pun atau dengan pasangan mana pun.
Penyebab kesulitan orgasme ini pun dibagi menjadi tiga jenis, yakni berdasarkan alasan fisik, psikologis, dan kondisi hubungan dengan pasangan.
1. Penyebab Fisik
Berbagai macam penyakit, perubahan fisik, dan pengobatan dapat mengganggu wanita lebih sulit mencapai orgasme. Beberapa penyebab tersebut antara lain:
- Penyakit. Penyakit serius, seperti multiple sclerosis dan penyakit Parkinson, dan pengaruhnya yang terkait pada kesejahteraan psikologis dapat menghambat orgasme.
- Masalah Ginekologi. Operasi ginekologi, seperti operasi histerektomi yang disertai pengangkatan indung telur, atau kanker, dapat memengaruhi orgasme. Pun, kurangnya orgasme sering kali terjadi dengan masalah s*ksu*l lainnya, seperti hubungan yang tidak nyaman atau menyakitkan.
- Pengobatan. Banyak resep dan obat bebas dapat menghambat orgasme, termasuk obat tekanan darah, antipsikotik, antihistamin, dan antidepresan.
- Alkohol dan Merokok. Terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol dan merokok dapat menghambat kemampuan untuk mencapai klimaks. Pasalnya, kedua hal tersebut dapat membatasi aliran darah ke organ intim.
- Penuaan. Seiring bertambahnya usia, perubahan normal pada anatomi, hormon, sistem saraf, dan sistem peredaran darah dapat memengaruhi s*ksu*litas. Kadar estrogen yang menipis saat beralih ke menopause dan gejala menopause, seperti keringat malam dan perubahan suasana hati, dapat berdampak pada s*ksu*litas.
Sangat Ampuh, Turun Hingga 4,5 Kg dalam Seminggu dengan Pola Diet Militer

4 comments