KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – SMPN Berasrama dan SD PKLK Pondok Pusaka Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur sempat menjadi sekolah idola bagi orang tua pada awal berdiri.
Sekolah yang berdiri pada era kepemimpinan Bupati Hermen Malik, M. Sc ini membusuk dan memprihatinkan.
Bukan hanya bangunan yang kusam tak terawat, pola makan siswa pun seakan seadanya. Sehingga, berpengaruh pada kesehatan siswa dan keselamatan jiwa siswa yang menghuni asrama.
Pola makan yang tidak normal mengancam pertumbuhan dan perkembangan daya fikir siswa. Dengan kondisi ini, jauh dari kata siap menempah Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

Wawancara esklusif nusantaramails.com kepada kepala asrama, Salipin Isran mengungkapkan keprihatinannya dengan kondisi asrama yang ditempati siswa.
Fasilitas asrama jauh dari kata layak huni. Baik gedung belajar maupun gedung asrama yang menjadi tempat berhuni siswa. Atap dan kusen bangunan lapuk dan membusuk.
Fasilitas kamar asrama siswa sudah sangat memprihatinkan. Seyogyanya satu kamar ditempati paling banyak empat orang. Namun pada kenyataannya, satu kamar dihuni oleh enam orang.

Mirisnya lagi, kasur tempat tidur siswa sudah lusuh. Kasur ini sudah berusia lebih 10 tahun lebih. Pengadaan kasur pada saat Bupati Hermen Malik, M. Sc.
Selain itu, tidak ada tempat makan siswa. Saat jam makan, siswa terpaksa mengambil makan di halaman sekolah.
Ada satu gedung yang direhab menggunakan dana pribadi kepala sekolah. Namun, gedung ini dipersiapkan untuk siswa baru.
“Melihat kondisi ini pilu luar biasa. Apalagi, saat melihat anak-anak tidur berhimpitan dengan kasur lusuh yang tua. Namun, semangat belajar siswa tetap tinggi demi masa depan mereka,” ungkap Salipin Isran.
Melalui liputan ini, diharapkan membuka rasa ibah dan kepedulian pemerintah daerah untuk meneruskan perjuangan pendidikan di Kabupaten Kaur.
Mirisnya dunia pendidikan di Kabupaten Kaur. Bukan hanya SMP dan SD PKLK yang mengalami nasib tragis sejak ditinggal sosok bapak pendidikan Kaur tersebut.
Ditengarai masih banyak sekolah-sekolah lain yang tersebar di beberapa kecamatan yang mengalami nasib sama.(slk)

One comment