BENGKULU || NUSANTARAMAILS.COM – Daerah yang tidak mampu membangun kolaborasi dengan pemerintah pusat akan sulit berkembang melaksanakan kebijakan pembangunan.
Daerah sangat penting mengikuti rancangan kerangka ekonomi makrodan rancangan anggaran kebijakan fiskal pemerintah pusat.
Pembahasan anggaran di pemerintah pusat melalui kementerian bersama DPR RI menjadi kunci bagi daerah untuk mendapat kucuran anggaran.
Untuk itu, masing-masing OPD daerah harus paham betul waktu dan jadwal penyusunan anggaran pusat. Sehingga, dapat berkolaborasi mengusulkan perencanaan daerah.
Dengan demikian, daerah tidak ketinggalan kereta dalam hal penetapan perencanaan dan penyaluran anggaran pusat ke daerah.
Daerah yang memahami perencanaan pusat akan membuka peluang untuk menerima program pusat ke daerah.
Singkronisasi program daerah dan pusat akan memperlancar pembagian anggaran ke daerah oleh pemerintah pusat.
Keterlambatan penyusunan perencanaan pembangunan daerah akan berdampak pada tertinggalnya ploting anggaran pusat ke daerah.
Perencanaan harus masuk dalam pembahasan Bappenas. Karenanya, daerah dituntut untuk lebih agresif menyusul program ke pusat.
Seperti halnya Bengkulu, daerah ini masuk dalam kategori 90 persen dari anggaran pusat baik DAU maupun DAK. Bantuan khusus prioritas merupakan solusi untuk mendapat kucuran program.
“Kalau kita lihat, APBD dari sumber PAD, maka sangat minim. Tidak lebih dari 10 persen,” ujar Ahmad Kudsi, S. Pd politisi Partai PKN yang sekaligus Bacaleg DPRD Provisi Bengkulu dari Dapil 6.
Dikatakan Ahmad Kudsi, Kabupaten Badung Bali bisa menjadi contoh bagi daerah yang ingin maju. Kabupten Badung memiliki PAD mencapai 95,5 persen dari total APBD sebesar Rp 5 triliun.
Anggaran pusat yang diperbantukan untuk Kabupaten Badung hanya sebesar Rp 100 miliar. Ini menunjukkan bahwa kabupaten tersebut sudah mampu melepaskan diri dari ketergantungan terhadap DAU-DAK.
“Pahami dan gali potensi daerah agar menjadi priotitas peningkatan ekonomi rakyat. Kolaborasi dengan pemerintah pusat menjadi solusi cepat mewujudkan pembangunan,” ungkap Ahmad Kudsi.(yti)

One comment