PANYABUNGAN || NUSANTARAMAILS.COM – Tiga unit alat berat jenis excavator saat beraktivitas di lokasi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Jambur Tarutung Kelurahan Pasar Kotanopan.
Pembakaran tersebut menjadi bentuk kemarahan dan runtuhnya wibawa Satuan Tugas (Satgas) penanganan PETI di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Kemarahan warga kian memuncak karena lokasi PETI semakin mendekat ke Masjid Al-Muhtadin Jambur Tarutung.
Warga disebut khawatir aktivitas alat berat tersebut berdampak terhadap lingkungan maupun konstruksi bangunan masjid.
Sejumlah aktivis menilai insiden tersebut sebagai cerminan meningkatnya ketidakpercayaan masyarakat terhadap penanganan PETI di wilayah Madina.
Ketua AMPEL Kabupaten Madina, Dahler Lubis, S.Pd., mengatakan bahwa kemarahan warga merupakan akumulasi keresahan yang telah berlangsung cukup lama.
“Kita mengapresiasi kesadaran dan kepedulian warga. Aksi massa ini merupakan akumulasi kemarahan masyarakat akibat persoalan PETI yang dinilai belum tertangani secara efektif,” ujar Dahler dalam keterangannya di Panyabungan, Minggu (5/10/2026).
Menurut Dahler, aktivitas PETI yang menggunakan alat berat dan diduga berlangsung dalam skala besar di sekitar Mandailing Julu harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.
Ia menilai aksi pembakaran tersebut seharusnya menjadi momentum evaluasi terhadap efektivitas Satgas PETI yang dibentuk Pemerintah Kabupaten Madina bersama unsur Forkopimda.
“Insiden ini merupakan tamparan keras bagi Satgas PETI. Masyarakat melihat adanya jarak antara operasi penertiban dengan kondisi aktivitas PETI di lapangan,” katanya.
Dahler juga menyoroti operasi penertiban sebelumnya yang menurutnya belum menunjukkan hasil sebagaimana yang diharapkan masyarakat.
Ia mempertanyakan mengapa alat berat yang diduga digunakan dalam aktivitas PETI sulit ditemukan ketika operasi berlangsung. Sementara aktivitas pertambangan kembali terlihat setelah operasi selesai.
“Satgas diperkuat berbagai unsur, tetapi masyarakat masih melihat aktivitas PETI berlangsung. Ini harus dievaluasi secara terbuka,” ujarnya.
(Magrifatulloh)

Leave a comment