BENGKULU || NUSANTARAMAILS.COM – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bengkulu terus memperkuat pelestarian budaya melalui gerakan literasi. Karena itu, SMSI menyerahkan buku Perayaan Tabut kepada Direktorat Lalu Lintas Polda Bengkulu, Selasa (4/8/2026).
Literasi Jadi Jembatan Pelestarian Budaya
Kegiatan berlangsung di Aula Ditlantas Polda Bengkulu. Selain itu, acara mempererat sinergi antara insan pers dan kepolisian.
Ketua SMSI Bengkulu, Dr. Ir. H. Herawansyah Ikram, S.Ars., M.Sc., M.T., IAI, memimpin penyerahan buku tersebut. Selanjutnya, Dirlantas Polda Bengkulu, Kombes Pol. Mochammad Hasan, S.I.K., M.H., menerima buku secara simbolis.
Herawansyah menjelaskan penerbitan buku menjadi bentuk kepedulian SMSI terhadap budaya Bengkulu. Menurutnya, literasi mampu menjaga sejarah sekaligus memperkenalkan identitas daerah.
“SMSI ingin budaya Tabut tetap hidup melalui buku. Karena itu, kami menghadirkan referensi yang mudah dipahami masyarakat,” ujar Herawansyah.
Ia menegaskan budaya daerah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Selain itu, media memiliki tanggung jawab menjaga ingatan kolektif bangsa.
Ia berharap generasi muda semakin mengenal sejarah Tabut. Dengan demikian, mereka dapat mencintai budaya daerah sejak usia dini.
Apresiasi dari Ditlantas Polda Bengkulu
Dirlantas Polda Bengkulu, Kombes Pol. Mochammad Hasan, mengapresiasi langkah SMSI Bengkulu. Menurutnya, budaya dan literasi saling menguatkan dalam membangun karakter masyarakat.
“Buku ini memiliki nilai edukasi yang tinggi. Selain itu, isinya memperkaya wawasan tentang budaya Bengkulu,” katanya.
Hasan berharap kerja sama antara Polda Bengkulu dan SMSI terus berkembang. Selanjutnya, kolaborasi itu dapat menghadirkan berbagai program edukasi budaya.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga warisan budaya secara bersama. Karena itu, setiap generasi harus mengenal sejarah daerahnya.
Komitmen SMSI Bengkulu
Perayaan Tabut menjadi ikon budaya Bengkulu yang memiliki nilai sejarah tinggi. Selain itu, tradisi tersebut mengajarkan kebersamaan dan penghormatan terhadap warisan leluhur.
Melalui penerbitan buku ini, SMSI Bengkulu mempertegas komitmennya terhadap literasi budaya. Tidak hanya menyajikan informasi, organisasi juga menjaga sejarah melalui karya tulis.
Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata memperkuat budaya lokal. Oleh karena itu, SMSI berharap buku Perayaan Tabut menjadi rujukan bagi masyarakat, pelajar, dan akademisi.(yti)
Editor: Redaksi
Reporter: Yusman

Leave a comment