KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Kondisi jalan rusak masih mendominasi sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu.
Lubang menganga terlihat di banyak titik. Selain itu, warga terus mengeluhkan akses transportasi yang semakin memburuk.
Pada masa kepemimpinan Rohidin Mersyah, persoalan infrastruktur jalan belum terselesaikan sepenuhnya.
Bahkan, beberapa ruas jalan provinsi justru mengalami kerusakan berat menjelang akhir masa jabatan.
Akibat kondisi tersebut, masyarakat harus menghadapi perjalanan yang lambat dan berisiko.
Tidak hanya itu, biaya transportasi warga juga ikut meningkat.
Selanjutnya, harapan baru muncul saat pasangan Helmi Hasan dan Mian menyampaikan janji pembangunan 1.000 jalan mulus.
Program itu sempat menarik perhatian masyarakat Bengkulu.
Namun demikian, realisasi janji tersebut belum terlihat merata hingga saat ini.
Sejumlah warga masih menemukan jalan berlubang di kawasan permukiman hingga jalur penghubung antar daerah.
Selain itu, pengendara sepeda motor mengaku sering terjatuh akibat jalan rusak.
Bahkan, saat hujan turun, lubang tertutup genangan dan membahayakan pengguna jalan.
Warga berharap pemerintah bergerak lebih cepat. Mereka juga meminta perbaikan tidak hanya fokus di kawasan perkotaan.
Di sisi lain, masyarakat desa menginginkan pemerataan pembangunan infrastruktur.
Sebab, jalan yang baik mampu mendukung ekonomi dan aktivitas pertanian.
Kemudian, pelaku usaha kecil juga mengeluhkan distribusi barang yang terganggu. Kondisi jalan rusak membuat ongkos angkut semakin mahal.
Sementara itu, banyak masyarakat mulai mempertanyakan kelanjutan program 1.000 jalan mulus.
Mereka menilai janji politik harus dibuktikan melalui pekerjaan nyata.
Selain memperbaiki jalan utama, pemerintah juga perlu memperhatikan jalan lingkungan dan jalur pedesaan.
Langkah itu penting agar pembangunan terasa merata.
Kini, masyarakat Bengkulu menunggu langkah konkret pemerintah provinsi.
Mereka berharap janji pembangunan tidak berhenti sebagai slogan politik semata.(yti)

Leave a comment