NUSANTARAMAILS.COM – Ada empat bidang hidup yang paling sakral sepanjang masa. Apalagi ada yang menyebutkan bahwa empat bidang tersebut tidak dapat dibahasa bersama di meja makan. Karena, potensi butnya luar biasa.
Logika apapun tidak akan jalan jika bertemu dengan pendapat yang berbeda terhadap empat bidang sakral tersebut. Karena pada hekakatnya empat bidang ini menguasai pikiran bawah sadar.
Empat bidang tersebut yakni, se*, agama, politik dan keuangan. Di empat bidang ini kebanyak orang menganggap dirinya paling benar. Tanduk akan keluar bila ada pendapat yang berbeda dengan apa yang diyakini oleh seseorang.
Dalam urusan se* misalnya, ketika berbicara hal tersebut, banyak perbedaan satu dengan yang lain. Ketika berbicara se* dengan orang yang menyukai sesama tentu akan sangat berbeda.
Kemudian, masalah agama akan berlangsung lama. Bukan hanya dengan penganut agama lain, dengan teman yang satu agama namun beda prinsip pun sulit untuk menyamakan pandangan.
Soal politik pun sama, persoalan semakin pelit. Masing-masing merasa paling benar dan tidak mau tunduk atau mengakui pendapat orang lain.
Soal keuangan pun sama, antara pebisnis yang sama pun tidak pernah menyatu soal pendapatnya. Semua masih berpegang teguh pada pendapatnya sendiri.
Hal ini disebabkan pengaruh bawah sadar yang menguasai fikiran manusia. Oleh karena itu, hal yang jelek bisa menjadi awal yang baik. Begitu pula hal yang menyenangkan bis menjadi awal yang menyusahkan.
Tsunama Aceh yang meluluh lantakkan kehidupan, justru menjadi awal yang baik dimana bencana membawa kedamaian di Aceh dari konflik berkepanjangan.
Hanya tuhan yang tahu apa yang sebenarnya terjadi dan yang akan terjadi. Manusia hanya bisa membatasinya, berdasarkan apa yang didengar, dilihat dan dirasakan. Dan tafsir setiap orang biasanya berbeda tergantung pikiran masing-masing.
Pada masalah keuangan juga sangat dipengaruhi bawah sadar. Karena masalahnya benar-benar salah yang diajarkan orang tua dan lingkungan.
Orang tua mengajarkan, “Bekerja Keras Untuk Mencari Nafkah”. Namun, ilmu finansial mengajarkan “Bekerja Keras Membangun Aset Kemudian Pensiun”.
Hal ini bagaikan bumi dan langit, dalam pikiran bawah sadar bahwa nilai yang benar dibenak manusia adalah “Bekerja Keras Itu Mulia, Menganggur Itu Tercela, Pensiun Itu Mati Perlahan”.
Kesimpulannya, kita adalah makhluk ciptaan tuhan yang paling sempurna. Tinggal kita berani apa tidak mengambil keputusan. Kemudian, berjalan melewati jalan yang lurus ke arah mereka yang sudah mendapat rahmad-Nya dengan memiliki kehidupan yang seimbang di bidang yaitu keuangan, keluarga, sosial, kesehatan, mental dan spiritual.(**/yti)

Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.