Skip to content

Dana Desa Dipangkas, Kades Tinggal Bilang : Dana Tidak Ada Sudah Dihapus Sesuai Keinginan Netizen

NUSANTARAMAILS.COM – Kolom komentar dibeberapa platform media sosial kerap kali dibanjiri oleh teriakan netizen “Hapus Dana Desa (DD)”.

Banyak suara netizen yang katanya menyebutkan DD tidak efektif, DD jadi ladang korupsi.

Tapi pertanyaannya: Mana buktinya? Mana laporan ke APH? Atau cuma ramai di kolom komentar?

Kritis itu bagus. Tapi kalau kritik cuma modal prasangka, yang rusak bukan pejabat tapi rakyatnya sendiri.

Dana desa dialihkan atau bahkan dihapus, siapa yang rugi? Bukan Kades malas. Bukan perangkat yang tak visioner. Tapi masyarakat desa.

Baca Juga : 

Filosofi Serigala : Lebih Baik Kesepian Dipuncak Gunung Dari Pada Menjadi Domba Yang Aman Dalam Kandang Tapi Menunggu Giliran Untuk Disembelih

Pembangunan fisik berhenti. Program sosial mati. Pelayanan mandek.

Kades tinggal bilang : “Anggaran tidak ada. Dana desa sudah dialihkan atau dihapus sesuai kemauan netizen.”

Ironisnya, Kades yang tidak becus justru bisa lebih santai, kerja sedikit, tanggung jawab minim.

Sementara rakyat disuruh sabar menunggu program pengganti yang belum tentu jelas hasilnya. Kalau mau melawan korupsi, Awasi, Audit dan Laporkan.

Bukan malah memotong urat nadi pembangunan desa. Pemangkasan DD bukan solusi tapi justru menjadi dilema baru bagi keberlangsungan pembangunan dari bawah.

“Cari solusi agar lebih baik, jangan memotong urat nadi pembangunan desa yang menjadi harapan,” ucap salah seorang Kades.(yti)

One comment

Tinggalkan Balasan