Skip to content

BPD Sosok Kekasih Yang Setia Mengingatkan Kades Saat Mulai Jatuh Cinta Pada Kekuasaan Semu

KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Di balik hiruk-pikuk pemerintahan desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) kerap ditempatkan sekadar sebagai pelengkap struktur.

Padahal, peran BPD sejatinya jauh lebih substantif: menjadi penyeimbang, pengawas, sekaligus “pengingat setia” bagi kepala desa (Kades) agar tidak terbuai oleh kekuasaan semu yang melekat pada jabatan.

Kekuasaan di tingkat desa sering kali terasa absolut. Kades memegang kendali anggaran, kebijakan, hingga arah pembangunan.

Dalam situasi inilah godaan muncul—ketika kewenangan dipersepsikan sebagai milik pribadi, bukan amanah publik. BPD hadir sebagai rem etik dan politik, memastikan setiap keputusan tetap berada di rel kepentingan warga.

BPD bukan lawan kades. Ia adalah mitra kritis. Seperti kekasih yang setia, BPD mengingatkan saat kades mulai terlena, menegur ketika langkah mulai melenceng, dan bertanya ketika transparansi mengabur.

Fungsi legislasi desa, pengawasan APBDes, hingga penyaluran aspirasi warga menjadi instrumen utama BPD untuk menjaga keseimbangan itu.

Sayangnya, relasi ideal ini tak selalu terwujud. Di sejumlah desa, BPD dilemahkan—dianggap pengganggu, bahkan “musuh dalam selimut”.

Kritik dibungkam, musyawarah direduksi formalitas, dan pengawasan dipersepsikan sebagai pembangkangan.

Padahal, tanpa BPD yang kuat, desa berisiko terjebak pada kepemimpinan yang personalistik dan jauh dari prinsip tata kelola yang baik.

Ketika BPD berfungsi optimal, pembangunan desa menjadi lebih sehat. Anggaran lebih transparan, program lebih tepat sasaran, dan konflik kepentingan bisa diminimalisir.

Warga pun memiliki saluran representasi yang nyata, bukan sekadar janji di atas kertas.
Pada akhirnya, kades yang dewasa dalam berkuasa tidak alergi pada pengawasan.

Ia justru membutuhkan BPD sebagai cermin—untuk bercermin, bercermin lagi, agar tak salah langkah. Sebab kekuasaan di desa bukan untuk dicintai berlebihan, melainkan untuk diemban dengan tanggung jawab.

Dan BPD, setia pada perannya, akan selalu mengingatkan ketika cinta pada kekuasaan mulai menipu.(yti)

Article topics

Leave a comment

Tinggalkan Balasan