Skip to content

Inspirasi Pagi : Jika Manusia Sudah Dikendalikan Nafsu, Makannya Bukan Cuma Nasi Tapi Aspal, Semen Bahkan Minumnya Solar

Ilustrasi kopi susu yang nikmat

KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Di tengah derasnya dinamika kehidupan, pagi selalu datang membawa pesan tersendiri. Hari ini, inspirasi itu hadir dari sebuah renungan tentang betapa dahsyatnya nafsu ketika sudah menguasai hati dan pikiran manusia. Bukan hanya merusak langkah, ia mampu membuat seseorang lupa diri hingga tak lagi mengenal batas antara yang wajar dan yang membahayakan.

Ungkapan “jika manusia sudah dikendalikan nafsu, makannya bukan cuma nasi tapi aspal, semen bahkan minumnya solar” menjadi gambaran tajam tentang sikap serakah yang kerap muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Nafsu yang dibiarkan liar bisa membuat seseorang melampaui akal sehat, menerjang aturan, merusak tatanan, bahkan mengabaikan nilai moral demi kepentingan sesaat.

Sejumlah tokoh masyarakat menilai, perumpamaan tersebut tidak hanya menyentuh persoalan moral pribadi, tetapi juga menggambarkan fenomena sosial yang sering terjadi—ketika sebagian orang rela mengambil hak yang bukan miliknya, menyalahgunakan wewenang, atau mengorbankan kepentingan publik demi memenuhi ambisi pribadi.

“Ini bukan sekadar soal karakter, tapi soal kendali diri. Ketika nafsu lebih kuat dari akal, maka rusaklah semuanya. Ada banyak contoh di sekitar kita, mulai dari perilaku koruptif, penyalahgunaan jabatan, bahkan keputusan ceroboh yang berdampak pada masyarakat luas,” ujar salah satu pemerhati sosial pagi ini.

Ia menegaskan, inspirasi pagi seperti ini menjadi pengingat bahwa manusia harus selalu menata niat, menjaga hati, dan mengendalikan diri agar tidak terjerembap dalam tindakan yang merusak diri sendiri maupun orang lain. Dalam konteks pembangunan dan pelayanan publik, pesan ini sangat penting agar setiap pemangku kepentingan tetap berpegang pada integritas.

Pagi kembali menegur dengan bahasa sederhana namun menohok “kendalikan nafsu sebelum ia mengendalikan hidupmu”. Sebab ketika nafsu sudah mengambil alih, manusia bukan hanya kehilangan arah, tetapi juga rela “memakan” apa saja tanpa peduli apakah itu merugikan diri sendiri maupun lingkungan.

Inspirasi pagi hari ini menjadi pengingat bahwa kehidupan yang baik tidak dibangun oleh nafsu, tetapi oleh akal sehat, kejujuran, dan niat untuk membawa manfaat bagi sesama. Semoga hari ini menjadi langkah baru untuk hidup lebih terkendali, lebih bijak, dan lebih bermakna.(yti)

Article topics

Leave a comment

Tinggalkan Balasan