BENGKULU SELATAN – Ketua Umum Yayasan Makrifatul Ilmi (YMI), Drs. H. Nur Ali, M.Pd, tutup usia pada Jumat, 28 November 2025, dini hari. Almarhum menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Hasanuddin Damrah setelah menjalani perawatan akibat sakit yang dideritanya.
Kabar wafatnya tokoh pendidikan dan ulama kharismatik tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar Yayasan Makrifatul Ilmi, civitas akademika, santri, serta masyarakat Bengkulu Selatan. Sejak pagi hari, ucapan belasungkawa dan doa mengalir dari berbagai kalangan, termasuk tokoh agama, pendidik, hingga pejabat daerah.
Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai figur pemimpin visioner yang mendedikasikan hidupnya untuk dunia pendidikan dan dakwah. Di bawah kepemimpinannya, Yayasan Makrifatul Ilmi berkembang pesat dan berkontribusi besar dalam mencetak generasi berilmu dan berakhlak.
Selain kiprahnya di yayasan, Drs. H. Nur Ali, M.Pd juga pernah mengemban amanah sebagai Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bengkulu Selatan. Perannya dalam organisasi keagamaan tersebut mempertegas komitmennya terhadap penguatan nilai-nilai keislaman moderat dan pemberdayaan umat.
Rekan-rekan sejawat dan para santri mengenang almarhum sebagai sosok tokoh inspiratif yang rendah hati, tegas dalam prinsip, dan lembut dalam membina. “Beliau bukan hanya pemimpin, tetapi juga guru dan orang tua bagi kami,” ujar salah seorang pengurus yayasan.
Sesuai rencana keluarga, jenazah almarhum akan dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Makrifatul Ilmi, Jalan Merapi, Kota Manna. Prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung hari ini dengan dihadiri keluarga, kerabat, santri, serta masyarakat.
Kepergian Drs. H. Nur Ali, M.Pd meninggalkan duka mendalam, namun jejak pengabdian dan keteladanan almarhum diyakini akan terus hidup dan menginspirasi generasi penerus. (*)

Leave a comment