Skip to content

Harmoni HGN STIT Makrifatul Ilmi: Estafet Kepemimpinan & Panggung Apresiasi

Kiri Hurinin - Kanan Yeni
Kiri Hurinin - Kanan Yeni

Nusantara Mails – Sore itu, aula Kampus STIT Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan dipenuhi cahaya hangat yang menerobos dari jendela besar di sisi ruangan. Suasana berbeda terasa sejak peserta mulai berdatangan.

Peringatan Hari Guru Nasional tahun ini menjadi lebih istimewa, bukan sekadar upacara formal, melainkan sebuah perayaan akademik yang menyatukan penghormatan, apresiasi, dan harapan baru.

Pada momentum tersebut, kampus menggelar dua agenda penting: pelantikan pengurus Dema masa khidmat 2025-2026 dan pemberian apresiasi kepada 10 dosen berprestasi.

Kedua acara itu dirangkai dalam satu kesatuan yang membuat sore di aula terasa penuh energi positif.

Tidak seperti penghargaan internal pada umumnya, pemilihan dosen terbaik dilakukan melalui voting terverifikasi oleh seluruh mahasiswa.

Sistem digital memastikan setiap suara tercatat valid, transparan, dan akuntabel sebuah standar baru dalam budaya akademik kampus.

Dua sosok menjadi pusat perhatian ketika hasil voting diumumkan. Yakni, Yeni Wulandari, M.Pd., dan Hurin’in AM, Lc., M.Hum.

Kedua dosen sederhana, namun berprestasi
Kedua dosen sederhana, namun berprestasi

Yeni, dosen muda yang kini tengah menyelesaikan studi S3 di Harvard University, melangkah ke depan dengan wajah berwibawa. Sorakan mahasiswa menegaskan bahwa pilihan mereka datang dari hati.

“Saya merasa sangat terhormat. Dipilih mahasiswa melalui proses yang terbuka dan terverifikasi membuat penghargaan ini semakin berarti,” ujar Yeni saat menerima gelar Dosen Terfavorit.

“Apa yang saya pelajari di Harvard akan saya bawa pulang untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa kita,” tambahnya.

Baca Juga:Momentum Hari Guru Nasional, STIT Makrifatul Ilmi Resmi Kukuhkan Dema 2025–2026

Tak kalah menarik, penghargaan Dosen Teramah diraih oleh Hurin’in AM, seorang pengajar yang bahkan hanya dengan senyum sudah mampu mencairkan suasana kelas.

“Saya selalu percaya bahwa keramahan adalah bagian dari pendidikan. Saya tidak menyangka mahasiswa begitu menghargainya,” ungkap Hurin’in dengan penuh kesederhanaan.

“Ini pengingat bagi saya untuk terus menjaga adab dan akhlak dalam mengajar.”

Ketua STIT Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan, Dr. H. Abdullah Munir, M.Pd., menyebut bahwa momentum ini adalah simbol harmoni antara pendidik dan mahasiswa.

Baca Juga: Prestasi STIT Makrifatul Ilmi Ditingkat Internasional Tak Diragukan

Sore di aula itu menjadi saksi bahwa Hari Guru bukan hanya tentang penghormatan kepada mereka yang mengajar, tetapi juga tentang merayakan hubungan, dedikasi, serta harapan untuk masa depan. Dengan semangat iman, ilmu, dan amal, STIT Makrifatul Ilmi melangkah menuju cita-cita mencetak insanul kamil yang beradab dan unggul menghadapi tantangan Indonesia Emas 2045. (*)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan