KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Menjadi guru seharusnya adalah profesi yang mulia. Di pundak merekalah masa depan bangsa digantungkan, di tangan mereka karakter dan pengetahuan generasi muda ditempa.
Namun, di tengah niat tulus untuk mendidik, tidak sedikit guru yang justru terseret ke pusaran hukum akibat tindakan yang sejatinya berlandaskan niat baik — mendisiplinkan murid.
Kasus-kasus seperti ini mulai sering terdengar. Seorang guru menegur murid dengan keras karena melanggar tata tertib, namun dianggap melakukan kekerasan.
Ada pula yang menjewer atau menampar ringan sebagai bentuk pembinaan, tapi akhirnya berujung laporan polisi dan tuntutan pidana.
Situasi ini menyisakan luka batin bagi para pendidik: antara mendidik dengan tegas atau menjaga diri agar tak berurusan dengan hukum.
Baca Juga :
Padahal, dalam dunia pendidikan, ketegasan bukanlah kekerasan. Disiplin bukan berarti pelanggaran HAM.
Namun batas antara mendidik dan dianggap melanggar kini semakin tipis. Tak jarang, guru akhirnya memilih diam — membiarkan pelanggaran siswa tanpa teguran, karena takut disalahartikan.
Akibatnya, wibawa guru perlahan terkikis, dan proses pendidikan kehilangan ruhnya.
Mirisnya, dukungan moral dari lingkungan sekitar pun sering minim. Masyarakat cenderung cepat menghakimi, sementara pihak sekolah enggan terseret dalam konflik.
Guru yang niatnya mendidik pun akhirnya harus berhadapan dengan proses hukum yang panjang, stigma sosial, bahkan hukuman yang menorehkan trauma mendalam.
Sudah saatnya semua pihak — pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat — duduk bersama. Perlindungan hukum bagi guru yang menjalankan tugasnya secara proporsional harus diperkuat.
Guru tidak boleh ditakuti dengan ancaman hukum ketika mereka mendidik dengan niat baik dan dalam batas wajar.
Guru bukan malaikat, tapi juga bukan pelaku kejahatan. Mereka hanya manusia yang berjuang mencerdaskan anak bangsa di tengah keterbatasan.
Jangan sampai semangat mendidik yang tulus terkubur oleh ketakutan dan kriminalisasi.
Karena jika guru sudah takut untuk mendidik, maka masa depan bangsa akan benar-benar kehilangan arah.(yti)

One comment