Skip to content

Intip Nilai Keuntungan Program Hanpangan Dana Desa, Habiskan Modal Rp 120 Juta Untuk Jagung Pipil

Lahan persiapan tanam jagung Desa Lubuk Sirih Ilir
Lahan persiapan tanam jagung Desa Lubuk Sirih Ilir

KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Program Ketahanan Pangan (Hanpangan) bersumber dari Dana Desa (DD) mulai dihitung untung ruginya. Hampir dipastikan semua desa menganggarkan Hanpangan sebesar Rp 120 juta dalam satu tahunnya.

Program yang dikembangkan dari tanam jagung pipil hingga budidaya ikan kolam terpal maupun kolam ikan permanen.

Misalnya saja program tanam jagung, rata-rata desa tanam jagung dengan luas lahan 2 hektare kalaupun ada paling luas 3 hektare.

Dalam satu tahun berjalan, panen jagung bisa mencapai dua kali. Untuk sekali panen desa menghasilkan 4 ton jagung pipil untuk luas lahan 2 hektare.

Dengan harga saat ini, dikisaran Rp 6.000 perkilogram. Sehingga, desa menghasilkan Rp 24.000.000 untuk sekali panen.

Jika dua kali panen dalam setahun, maka desa menghasilkan Rp 48.000.000 dari program tanam jagung yang dikembangkan.

Dengan modal yang dikucurkan Rp 120 juta dalam setahun maka desa mengalami defisit sebesar Rp 72 juta dalam setahun.

Baca Juga : 

Parkir Di Tepi Sawah, Motor Dinas Penyuluh Pertanian Kaur di Kabarkan Raib

Hal ini tentu berdampak pada kerugian secara ekonomis. Walaupun program Hanpangan tanam jagung sangat baik untuk mendukung program nasional, namun harus dievaluasi kembali agar negara tidak semakin dalam merugi.

Gustiarsyah (46) mengungkap bahwa, secara teori ekonominya justru negara merugi untuk program tanam jagung yang bersumber dari DD.

Sebab, modal yang dikucurkan tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh setelah panen. Maka dari itu, Hanpangan dengan ploting anggaran yang lumayan besar justru menambah dalam nilai kerugian negara.

“Programnya bagus, tetapi mekanisme dan penganggarannya perlu dievaluasi lagi. Atau bisa dengan pengurangan modal awal yang diploting dari anggaran DD sehingga ada balance antara modal dan hasil yang diperoleh pasca panen,” ungkapnya.(yti)

Article topics

Leave a comment

Tinggalkan Balasan