Skip to content

Sosok Achmad Wiranatakusumah : Sang Bangsawan Pasundan Pendiri Batalyon Siluman Merah

Sosok Ahmad Wiratakusumah pendiri pasukan siluman.

NUSANTARAMAILS.COM – Melansir dari harapanrakyat.com, sosok Achmad Wiranatakusumah adalah sosok militer karismatik asal Jawa Barat yang namanya harum dalam sejarah perjuangan bangsa.

Lahir pada 11 Oktober 1925 dari keluarga bangsawan Pasundan, ia merupakan putra Raden Aria Adipati H. Muharam Wiranatakusumah, Bupati Bandung pada masa kolonial Belanda, dan R.A. Oekon Sangkaningrat Soeriadihardja, wanita cantik keturunan Bupati Sumedang.

Meski berasal dari keluarga menak, Achmad kecil tumbuh sebagai pribadi egaliter. Ia tak pernah membatasi pergaulan berdasarkan status sosial.

Sikap rendah hati dan mudah bergaul membuatnya aktif dalam berbagai organisasi, termasuk kepanduan. Dari sinilah jiwa kepemimpinannya mulai ditempa.

Pendidikan Militer Sejak Dini

Ayahnya yang visioner rela mengeluarkan biaya besar untuk mendatangkan pelatih militer Belanda bernama Schouten. Sejak remaja, Achmad bersama kawan-kawannya ditempa dengan disiplin keras, strategi perang, serta kekuatan fisik.

Baca Juga : 

Pisah Sambut Dandim 0408 BSK, Ini Kesan Bupati Kaur

Schouten bahkan berani meramalkan bahwa anak didiknya akan menjadi tentara hebat di masa depan dan ramalan itu terbukti.

Lahirnya Batalyon Siluman Merah

Nama Achmad kian bersinar ketika ia bergabung dengan militer Republik Indonesia. Ia kemudian mendirikan Batalyon Siluman Merah, pasukan yang bergerak layaknya bayangan senyap, cepat, dan mematikan.

Satuan ini menjadi momok menakutkan bagi musuh, khususnya saat agresi militer Belanda dan sekutu antara 1945–1949.

Pasukan Siluman Merah dikenal lihai dalam perang gerilya. Mereka dijuluki sebagai “pembunuh darah dingin” karena keberanian dan ketepatan dalam menumpas lawan.

Bahkan, mereka kerap lolos dari penangkapan meskipun sudah terikat borgol. Masyarakat kala itu meyakini ada “karomah” yang melindungi pasukan ini.

Long March ke Yogyakarta

Ketika Belanda memukul mundur Divisi Siliwangi dari Jawa Barat, Achmad memimpin long march ribuan penduduk menuju Yogyakarta. Sebanyak 2.500 jiwa berhasil ia selamatkan, meski perjalanan penuh rintangan.

Sabotase, serangan udara, hingga penyergapan. Namun berkat kecerdikan strategi dan perlindungan Tuhan, mereka tiba dengan selamat di ibu kota republik.

Menghadapi Pemberontakan PKI Madiun

Pada tahun 1948, ketika PKI memberontak di Madiun, Batalyon Siluman Merah kembali unjuk gigi. Hanya dalam hitungan detik, pasukan Achmad mampu menumpas kelompok pemberontak yang mencoba menghalangi perjalanan mereka ke Yogyakarta.

Karier Militer dan Peran Diplomasi

Selepas perang, Achmad Wiranatakusumah meraih pangkat Mayor TNI. Karena kapasitas dan wawasannya, Presiden Sukarno menugaskannya sebagai perwakilan Republik dalam proses serah terima Irian Barat dari Belanda tugas bersejarah yang meneguhkan kedudukannya sebagai tokoh penting militer Indonesia.

Warisan dalam Dunia Otomotif

Di luar dunia militer, Achmad dikenal sebagai penggemar otomotif, terutama mobil jeep. Hobinya ini menurun kepada putranya, Yuma Wiranatakusumah, yang kemudian dikenal sebagai offroader legendaris Indonesia.

Bahkan Achmad pernah menginisiasi pengadaan mobil offroad khusus untuk kebutuhan distribusi tiga matra TNI.

Hingga kini, nama Achmad Wiranatakusumah dikenang sebagai bangsawan Pasundan yang memilih jalan pengabdian. Dari seorang pemuda egaliter, ia menjelma menjadi komandan pasukan bayangan yang menebar ketakutan bagi musuh-musuh republik.(**)

Article topics

Leave a comment

Tinggalkan Balasan