Skip to content

Kasih Ibu Sepanjang Hayat, Tak Lekang Dimakan Waktu, Selama Hidup Ibunda Piere Tendean Selalu Ziarah Ke TMP

NUSANTARAMAILS.COM – Kasih seorang ibu tak pernah lengkang dimakan waktu. Meskipun tubuhnya lemah, namun tak pernah lupa setiap tahun datang ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kali Bata, Jakarta untuk ziara ke makam putranya tercinta.

Dilansir dari berbagai sumber, keteguhan hati wujud cinta terhadap anaknya sepanjang hayat, Djakarta 5 Oktober 1965. TMP Kalibata seolah menjadi pusat perhatian di HUT TNI tahun itu.

Seorang Ibu setengah baya dituntun dan dikawal 2 tentara AD. hari itu akan dilaksanakan pemakaman 6 Pati dan 1 Pama TNI AD yang dikemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi oleh Pemerintah R.I.

Semua keluarga korban mendapat perlakuan khusus termasuk keluarga Kapten CZI Anumerta Pierre Andries Tendean.

Baca Juga : 

Pisah Sambut Dandim 0408 BSK, Ini Kesan Bupati Kaur

Ibu itu adalah Maria Elizabet Cornet Tendean, wanita kaukasia keturunan perancis-Belanda yang merupakan istri Dr.A.L.Tendean.

Hari itu ia mengikuti prosesi pemakaman sang putra bersama keluarga Pahlawan Revolusi lainnya.

Paska kejadian nasional itu, berikutnya adalah hari-hari yang pilu bagi sang ibunda. Hampir setiap bulan selalu menyempatkan datang ke tempat pusara sang putra tercinta dan rela bepergian Semarang-Djakarta bahkan pernah suatu waktu pusara hampir seluruhnya tertutup oleh bunga.

Suatu kunjungan terakhir 15 Agustus 1967 dalam suasana rintik hujan di Kalibata jelang sore itu. “Pierre, waar bent je nu, mijn jongen?” ( Pierre dimana engkau sekarang..putraku..?) bisiknya lirih sambil menyandarkan kepala di nisan putranya.

Beberapa hari kemudian sang ibu jatuh sakit dan sempat di rawat disuatu RS di Semarang. Kadang sempat mengutarakan bahwa ia bila waktunya ingin diselimuti selimut Pierre, sang putra dihadapan keluarganya.

Suatu sore 18 Agustus ia menyuruh memanggil Dr.Tendean untuk ganti berjaga kepada putrinya. Dini hari 19 Agustus 1967 sang ibu dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.

Beliau dimakamkan di suatu Pemakaman di Semarang. Kasih seorang Ibu tak lekang oleh waktu dan keadaan. Semua atas Kehendak-Nya.

Kisah ini dikutip dari “Sang Patriot, Kisah Seorang Pahlawan Revolusi”. Biografi Kapten Pierre Tendean, pengantar Rooswidiati.(**)

Article topics

One comment

Tinggalkan Balasan