NUSANTARAMAILS.COM – Dinamika kata “wakil” di Indonesia mulai bermunculan. Banyak pesan moral yang mengatakan bahwa kedudukan wakil lebih bawah dari ketua atau pimpinan.
Gubernur misalnya, akan lebih tinggi dibanding kedudukan wakil gubernur. Begitu pula, bupati akan lebih tinggi kedudukannya dibanding wakil.
Anehnya, pada era saat ini wakil rakyat justru merasa lebih tinggi dibanding rakyat yang menunjuknya sebagai wakil di parlemen.
Wakil seharusnya tunduk dan membantu ketua atau pimpinannya. Lantas bagaimana dengan wakil rakyat di parlemen yang justru merasa lebih tinggi dari rakyat yang suaranya adalah suara tertinggi.
Baca Juga :
Abdul Hamid Jadi Irup Penurunan Bendera di Lapangan Merdeka Bintuhan
“Bangunlah wahai sang wakil, jangan jadikan dirimu merasa lebih tinggi dari rakyat. Karena kalian adalah wakil rakyat yang seharusnya mendengarkan kata rakyat,” ucap Margono (45), Selasa (19/8/2025).
“Rakyat salah pilih wakilnya, karena mereka tidak lagi mendengarkan suara rakyat sebagai pemberi mandat untuk mewakili di parlemen,” sambungnya.(yti)

Leave a comment