KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Masyarakat Kabupaten Kaur kian mengidolakan komoditi kelapa sawit. Tanaman jenis lain yang selama ini banyak dijumpai kian terpangkas habis.
Salah satu komoditas yang memiliki nilai ekspor yaitu jengkol. Kini habitat jengkol kian menipis bahkan hampir punah sepenuhnya.
Produksi jengkol pun kian sulit, harga jengkol pun kian melangit. Jenis tanaman yang memiliki daya tahan tinggi dari hama ini tidak lagi mudah dijumpai.
Jengkol memiliki nilai jual yang cukup tinggi saat ini. Karena, populasinya yang semakin berkurang terpangkas oleh hamparan kebum kelapa sawit.
Baca Juga :
Audiensi ke Bawaslu, GP Ansor Dorong Bawaslu Bersikap Netral dan Bebas Intervensi
“Jengkol kini harganya melangit. Bahkan, sudah sulit didapatkan. Hal ini karena populasinya yang nyaris punah. Petani memangkas habis tanaman ini karena dianggap mengganggu pertumbuhan kelapa sawit,” ungkap Latief (56), Minggu (1/6/2025).
Jengkol yang banyak digemari masyarakat hampir diseluruh pelosok negeri ini dari hari ke hari terus berkurang. Dampak dari invasi kelapa sawit yang kian menusuk ke jantung lahan pertanian.(yti)

One comment