NUSANTARAMAILS.COM – Dalam dunia politik banyak plesetan-plesetan yang menyindir kondisi perpolitikan di Indonesia. Salah satu plesetan yang identik pada pemungutan suara secara demokrasi..
Ada plesetan yang menggambarkan bagaimana suara diperoleh dan paradigma pemikiran masyarakat yang mulai kehilangan kepercayaan politik terhadap politikus.
Nomor Piro, Wani Piro atau yang dikenal dengan NPWP pada pemungutan suara dapat diartikan sebagai berikut :
Baca Juga :
Antusias Masyarakat BS di PSU Tinggi, Sejak Pagi Mulai Antri di TPS
1. Sindiran terhadap Politik Uang
“Nomor piro, wani piro” itu plesetan yang nyindir praktik politik uang dalam pemilu. Artinya:
“Nomor piro” = nomor calon berapa?
“Wani piro” = berani bayar berapa?
BREAKING NEWS: Sejumlah Orang Disebut Kena OTT Malam Tadi Gegara Politik Uang
Jadi plesetannya ngarah ke: “Kamu dukung calon nomor berapa? Tergantung, dia berani bayar berapa?”
2. Pemungutan Suara yang Terkontaminasi Uang
Plesetan ini muncul karena banyak orang melihat bahwa suara rakyat seringkali “dibeli”. Maka, pemungutan suara jadi “identik” dengan NPWP versi plesetan karena dianggap bukan lagi soal visi-misi, tapi soal transaksional.
3. Kritik Terhadap Moral Politik
Istilah ini juga jadi tamparan buat dua pihak:
Politikus yang korup atau pragmatis
Pemilih yang menjual suaranya
Jadi bukan cuma sindiran buat elite, tapi juga buat masyarakat agar tidak gampang “ditawar”.
Begitulah gambaran bagaimana kondisi politik uang yang menjadi fenomena di masyarakat saat ini.(yti)

2 comments