Skip to content

Wacana Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran Menguat Pascalebaran, Ini Tiga Alasan Utamanya

Kabinet Merah Putih

Nusantara Mails – Wacana reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menguat setelah Idulfitri 1446 Hijriah.

Isu ini semakin relevan dengan kondisi ekonomi nasional yang dinilai kurang stabil.

Pengamat politik dari Universitas Nasional, Andi Yusran, menyebut ada tiga parameter penting yang mendesak dilakukannya perombakan kabinet.

Ketiga faktor tersebut adalah defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menurunnya penerimaan pajak, serta melemahnya produktivitas sektor riil.

“Defisit APBN, merosotnya penerimaan pajak serta menurunnya produktivitas sektor riil adalah parameter pentingnya reshuffle kabinet,” ujar Andi Yusran, Jumat (4/4/2025).

Andi menekankan bahwa Presiden Prabowo perlu fokus melakukan evaluasi dan reshuffle terutama di sektor ekonomi. Ia juga mengkritisi struktur kabinet saat ini yang dinilai terlalu gemuk.

“Kabinet tambun justru menjadi beban bagi keuangan negara. Jumlah menteri yang besar tidak otomatis meningkatkan performa pemerintahan,” tambahnya.

Kritik terhadap performa sejumlah menteri pun kian santer, terutama terkait kebijakan yang dianggap tidak efektif dan gaya komunikasi yang menimbulkan polemik publik.

Senada dengan itu, Co-Founder Forum Intelektual Muda, Muhammad Sutisna, turut mendesak Presiden Prabowo untuk segera mengganti sejumlah menteri, terutama yang membidangi perdagangan, investasi, dan energi.

Gaji 13 Tahun 2025 Kapan Cair? Cek Jadwal dan Besarannya Lengkap di Sini

“Presiden harus mengganti menteri-menteri yang kurang piawai dalam menghadapi krisis ekonomi saat ini,” ungkap Sutisna, Kamis (3/4/2025).

Menurut Sutisna, gejolak harga kebutuhan pokok semakin menyulitkan masyarakat, apalagi ketika daya beli justru melemah.

One comment

Tinggalkan Balasan