NUSANTARAMAILS.COM – Dikisahkan, Kerajaan Majapahit ternyata memiliki hutang yang sangat besar dan tidak mampu dibayar kepada China. Namun, karena kebaikkan orang China hutang Majapahit akhirnya diputihkan karena kerajaan ini tak mampu bayar.
Ketika Majapahit masih berdiri tercatat kerajaan tersebut pernah berhutang pada Kaisaran Dinasti Ming China. Bahkan hutang yang terbilang menumpuk itu gagal bayar, sebab Majapahit hanya baru bisa membayar angsuran hutang sebesar 16,67% saja dari total hutang yang ada.
Pada sekitar Tahun 1406 meletus perang besar di Majapahit, perang tersebut merupakan perang penentuan antara Prabu Wikramardhana (Majapahit Barat ) melawan Prabu Bre Wirabhumi (Majapahit Timur). Dalam sejarah perang ini dikenal dengan nama “Perang Paregreg”.
Baca Juga :
Kasus Video Berhubungan Layaknya Suami Istri Selebgram Viska dan Iclas
Pada saat puncak peperangan antara Majapahit barat dengan Majapahit timur berlangsung, Jawa kedatangan utusan kekaisaran China, dalam sejarah utusan-utusan tersebut dipimpin oleh laksamana Cheng-Ho.
Para duta Kekaisaran China tersebut mendatangi tiap-tiap kerajaan termasuk didalamnya Majapahit barat dan Timur, pada saat menjadi tamu di Istana Kerajaan Majapahit timur inilah, pucak perang Paregreg meletus.
Pada perang itu, pihak Majapahit barat yang dipimpin Bre Tumapel (Putra Wikramardana) menyerbu Majapahit timur, dalam penyerbuan pasukan Bre Tumapel berhasil menghancurkan pasukan Majapahit timur, bahkan berhasil menduduki Istana, dalam peristiwa perang kota dan perebutan Istana sebanyak 170 duta kekaisaran China yang sedang bertamu ikut terbunuh.
Bre Wirabhumi selaku Raja Majapahit timur mulanya berhasil melarikan diri dari Istana dengan menggunakan perahu, akan tetapi pelariannya tidak berjalan mulus, ia ditangkap, kepalanya kemudian dipenggal oleh Ratu Anggabaya (Raden Gajah/Narapati). Setelah peristiwa itu, Majapahit resmi menjadi satu kerajaan kembali, sebab wilayah Kerajaan Majapahit timur yang membangkang telah direbut.
Terbunuhnya 170 utusan kekaisaran China membuat masalah baru bagi kerajaan Majapahit, Kaisar China memprotes tindakan tersebut, mereka melayangkan keberatan dan meminta ganti rugi atas tewasnya ratusan duta kekisaran mereka. Ganti rugi inilah yang kemudian menjadi hutang bagi Majapahit yang mau tidak mau harus dibayar, sebagai konsekuansi atas tindakan Majapahit yang salah bunuh.
Tragedi tewasnya 170 duta kekaisran China memaksa Majapahit untuk membayar ganti rugi sebanyak 60.000 Tahil emas kepada China. Majapahit yang kala itu baru saja selesai memadamkan konflik internal kerajaan serta baru saja menyatukan kerajaan, tentu kondisi keuangannya belum setabil, oleh sebab itu Majapahit akhirnya membayar ganti rugi dengan cara mengangsurnya.
Ma-Huan mencatat, hingga 2 Tahun selepas tagedi terbunuhnya 170 duta kekaisaran China, Majapahit baru mampu mengangsur sebanyak 10.000 Tahil emas saja. Oleh karena itu kekaisaran China yang merasa prihatin atas kondisi Majapahit akhirnya menghapuskan sisa hutang Majapahit yang masih ada.(**)
Oleh : Sejarah Cirebon

Leave a comment