Skip to content

Skandal Pelecehan di Dunia Voli: Kasus Serupa Pernah Terjadi di Indonesia

Pemandu sorak atau Cheerleader tim Daejeon JungKwanJang Red Sparks pada pertandingan Liga Voli Korea
Pemandu sorak atau Cheerleader tim Daejeon JungKwanJang Red Sparks pada pertandingan Liga Voli Korea

Nusantara Mails – Kasus pelecehan dalam dunia olahraga kembali menjadi sorotan. Sebelumnya, insiden serupa juga pernah terjadi di Indonesia, khususnya dalam cabang olahraga bola voli putri.

Tahun lalu, sejumlah pemain voli putri di Indonesia angkat bicara setelah beredar luas video-video yang secara tidak pantas menyorot bagian tubuh tertentu para atlet.

Salah satu pemain bintang, Yolla Yuliana, bahkan mengeluarkan peringatan tegas kepada pelaku dan berencana melaporkannya ke pihak berwajib.

Namun, ada perbedaan mencolok antara kasus di Indonesia dan yang terjadi di Korea Selatan.

Kang SO-Hwi merupakan pemain voli asal Korea Selatan. Perempun cantik ini kini berlabuh ke Expressway Hi-Pass dari sebelumnya klub Gs Caltex yang sudah dia bela sejak 2015. - Foto Aset FB
Kang SO-Hwi merupakan pemain voli asal Korea Selatan. Perempun cantik ini kini berlabuh ke Expressway Hi-Pass dari sebelumnya klub Gs Caltex yang sudah dia bela sejak 2015. – Foto Aset FB

Pelecehan dalam pengambilan gambar di Indonesia bukan dilakukan oleh penggemar biasa, melainkan seorang fotografer yang memiliki akses resmi ke arena pertandingan.

 

Tindakan Tegas dari KOVO di Korea Selatan

Di Korea Selatan, federasi voli KOVO menegaskan akan terus melakukan pemantauan terhadap tindakan-tindakan yang melanggar etika dan kesopanan di stadion.

“Pertama-tama, kami telah memperkuat pemantauan video di YouTube dan media sosial lainnya,” tulis pernyataan resmi KOVO.

Baca Juga: Waduh Deek! GADIS ABG Ancam Bunuh Ibu karena Tak Dibelikan Skincare

Federasi juga mengimbau para penonton untuk mematuhi etika saat berada di stadion melalui papan elektronik serta berbagai kanal media sosial.

Yolla Yuliana @ Foto Aset FB
Yolla Yuliana @ Foto Aset FB

Meskipun demikian, KOVO mengakui bahwa hingga saat ini belum ada dasar hukum yang dapat melarang penggunaan kamera pribadi atau memberikan sanksi terhadap tindakan pengambilan gambar yang dianggap tidak pantas.

Baca Juga: HEADLINE: Kemenkes RI Buka Lowongan Kerja, Lulusan SMA/SMK hingga S1, Cek Syarat dan Cara Daftar

Pentingnya Regulasi untuk Melindungi Atlet

Kasus pelecehan dalam olahraga, terutama terhadap atlet perempuan, semakin sering terjadi di berbagai negara.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan