Skip to content

PUISI: Lamunan, Tentang Luka yang Enggan Lupa

Nusantara Mails – Puisi Lamunan

 

Di tepi senja yang perlahan tenggelam,
aku terdiam, terseret dalam diam.
Langit menari dengan warna jingga,
membawa lamunan ke dunia yang berbeda.

 

Angin menyentuh lembut pipiku,
membisikkan cerita dari masa lalu.
Tentang tawa yang pernah menggema,
tentang luka yang enggan lupa.

 

Lamunan ini seperti layar kapal,
mengembang liar, menembus segala hal.
Menyusuri samudra yang tak terlihat,
menggali kenangan yang terselip rapat.

 

Aku bertemu bayangan yang samar,
dari wajah-wajah yang dulu kukabarkan.
Ada harapan yang masih berpendar,
dan asa yang kembali ingin kuperjuangkan.

 

Namun lamunan hanyalah persinggahan,
tempat hati berlabuh di tengah perjalanan.
Ketika malam tiba membawa gelap,
aku tersadar, harus kembali berpijak.

Article topics

Leave a comment

Tinggalkan Balasan