JAKARTA || NUSANTARAMAILS.COM – Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menyampaikan bahwa, Kementerian Agama (Kemenag) mengerahkan sebanyak 5.940 Kantor Urusan Agama (KUA) dan 50 ribu Penyuluh Agama untuk pencegahan perjudian online (judol).
“Kami libatkan 5.940 KUA. Seperti yang kita ketahui Kemenag memiliki satuan kerja (satker) sampai ke Kecamatan. Penyuluh Agama kami seluruh Indonesia ada 50.000, terdiri semua agama,” katanya dikutip kemenag.go.id, Senin (25/11).
Lebih lanjut Nazaruddin mengatakan upaya preventif terhadap judol tersebut akan dilakukan Kemenag di lingkungan pendidikan.
Baca Juga :
Pemkab Kaur Turunkan Personel Satpol PP Pembersihan APK Cakada Di Masa Tenang
“Kita mengumpulkan seluruh sektor di lingkungan Kemenag, seperti Universitas Islam Negeri (UIN), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), dan seluruh perangkat kerja membahas salah satu topik bagaimana memberantas judol,” tuturnya.
Nazaruddin bilang, bahwa topik pencegahan judol juga akan dilakukan Kemenag melalui mimbar agama. Salah satunya, dengan khutbah Jum’at bagi umat muslim.
“Kami akan membuat sebuah khutbah seragam untuk seluruh masjid. Ada 800 masjid di seluruh Indonesia di tambah mushola, langgar, dan surau, rumah ibadah agama Islam di tambah dengan rumah ibadah agama lain, semuanya untuk mencegah potensi judol,” jelas dia.
Dengan itu, lanjutnya, akan memiliki kesadaran moral dan spritual. Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan MUI (Majelis Ulama Indonesia) untuk judol.
“Kami tegaskan judol menjadi sesuatu yang haram,” tuturnya menegaskan.
Nazaruddin juga mengimbau, kepada seluruh pihak maupun masyarakat agar tidak terkontaminasi judol.
“Ayo kita proteksi keluarga kita, anak kita, serta teman kita supaya tak terkontaminasi terkait judol,” pesannya. (mnf/yti)

Leave a comment