KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Politik SARA, politik propaganda akhir-akhir ini mulai dilancarkan oleh pemain politik yang mulai kehabisan akal sehat untuk menarik simpati dan dukungan masyarakat.
Stop dungu dengan tetap percaya pada praktek politik SARA maupun politik propaganda yang mulai menghiasi dunia maya dan dunia nyata.
Mengangkat tema SARA untuk mendapat dukungan kelompok pemilih tertentu dan mengusung propaganda dengan menyebar isu yang mengandung fitnah dan ujaran kebencian demi melemahkan orang lain.
Baca Juga :
Bapenda: Masih Ada WP Manipulasi Data dan Tak Berikan Data Transparan
Mengangkat elektabilitas dengan cara yang sangat buruk dan tidak berani menampakkan wujud asli adalah cara yang keliru. Niat hati untuk mendongkrak malah justru membuat simpati menjelma menjadi empati.
“Hello bangun dong dari tidur yang dibuai mimpi. Jangan lagi mengumbar proganda. Karena itu akan membuat simpati berubah menjadi empati, karena kita yakin semua Calon Bupati (Cabup) saat ini adalah yang terbaik. Kalau kita merasa baik mengapa tidak berani ikut menjadi bagian dari kontestasi,” ucap Resi Putra (46), Sabtu (2/11/2024).
“Jangan menilai masyarakat dungu sehingga dapat diputar balikkan semaunya sendiri,” sambungnya.
Menurutnya, politik SARA dan propaganda yang dilancarkan saat ini akan membuat masyarakat semakin yakin dan percaya bahwa “Kita dijelek-jelekkan karena kita baik, kita dijatuhkan karena kita tinggi dan kita diinjak-injak karena kita hebat”.
“Tidak perlu takut kita dikatakan telek (tahi, red) karena telek itu sakti. Buktinya, tidak ada orang yang mau menginjak atau pegang telek,” ungkap ResinPutra.(yti)

2 comments