KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Ancaman virus ngorok yang menyerang hewan ternak khususnya kerbau terasa kian dekat dengan peternak. Guna menghindari nilai kerugian yang cukup besar, peternak mulai ambil ancang-ancang eksekusi ternak peliharaannya.
Apalagi, peternak mendapat kabar pemerintah daerah kekurangan stok vaksin untuk mengatasi virus ngorok yang sangat mematikan. Minimnya penanganan dari pemerintah ini membuat rasa khawatir peternak kian dalam mengalami kerugian akibat ternaknya mati.
Serangan virus ngorok pada hewan ternak di Kabupaten Kaur mulai meluas. Banyak ditemukan hewan ternak mati setelah terinfeksi virus tersebut. Upaya evakuasi dengan memisahkan ternak yang belum terkontamidasi virus belum memberi rasa tenang bagi peternak.
Baca Juga :
Coffe Night, Hermen Malik Tancap Gas Kampanyekan Gusril-Hamid
“Sudah dievakuasi dengan cara memisahkan kerbau yang masih sehat ke tempat lain. Namun, ancaman virus ngorok masih terasa sangat dekat sehingga belum membuat peternak tenang,” ungkap Budi (58) peternak asal Kecamatan Tanjung Kemuning, Minggu (27/10/2024).
Harapan banruan vaksin dari pemerintah masih sangat ditunggu. Walaupun, pemerintah daerah mengakui jumlah vaksin yang dimiliki tidak mencukupi untuk menyelamatkan ternak di Kabupaten Kaur, namun bantuan tetap dinanti.
“Walaupun tidak merata dapat bantuan vaksin, setidaknya vaksin diperioritas di wilayah yang paling parah wabah virus ngorok,” paparnya.(yti)

2 comments