Skip to content

Identifikasi Semangat “Londo Ireng” dan Penjual Jamu Gendong dalam Pembangunan Indonesia

Nazwar, S. Fil. I., M. Phil.

 

Oleh: Nazwar, S. Fil. I., M. Phil. (Penulis Lepas Lintas Jogja Sumatera)

Identik dengan Suku Jawa, “indo” atau “londo” diidentifikasi dengan laki-laki berkulit gelap suka bekerja, dipekerjakan, berikutnya mempekerjakan sejalan dengan usaha “jamu gendong” secara halus menjadi bagian tidak terpisahkan dalam giat atau semangat kerja.

Berikutnya mengindonesia, semangat kerja ala salah satu etnis Indonesia tersebut menyebar dan mempengaruhi sedemikian rupa giat manusia seantero Nusantara.

Mental ini dibentuk secara langsung dalam kepentingan politik. Peran etnis Jawa dalam kepemimpinan membawa konsekuensi masyarakat Indonesia untuk giat bekerja, tidak ada yang lain.

Kepentingan politik membentuk mental masyarakat Jawa. Peran sentral politik Jawa mau tidak mau membentuk paradigma kerja. Nantinya, meski ibu kota berpindah ke Kalimantan maka tidak menghilangkan begitu saja mental yang telah terbentuk berikut peran dan kontribusi etnis Jawa, meski Ibu Kota Negara dipindah ke Sumatera atau Papua.

Baca Juga : 

Bikin Ngelus Dada, Dijual Pacar Lewat Aplikasi Kencan Gadis 17 Tahun Hamil

Sejarah menunjukkan, etnis luar Jawa yang berusaha membawa semangat sama berupa kerja hanya menjadi serpihan sejarah yang terpinggirkan. Seperti D.N. Aidit, semangat kerja dengan baju komunisme dianggap sekonyong-konyong hingga segera dihadap-hadapkan dengan paham yang berseberangan dengannya.

Rangkulan ala Jawa sebenarnya ada dalam peran memberi kontribusi melalui berbagai program seperti Transmigrasi, perkawinan, dan lain sebagainya.

Banyak masyarakat yang menerimanya secara serta-merta namun ada juga yang memberi perlawanan melalui partisipasi politik seperti menjadi kepala daerah, menteri dan lain-lain.

Menjadi fenomena masyarakat dari berbagai daerah mengirim anak-anaknya untuk belajar ke Jawa (putera daerah menuntut ilmu di Jawa). Sambutan masyarakat ini merupakan program terbaik dalam menjalin dan mempererat rasa kebersamaan.

Tidak semata percontohan giat dalam bekerja namun juga konsep atau ilmu-ilmunya. Semangat yang dipupuk agar terus tumbuh dan berkembang.

Semangat “Londo Ireng” dan “jamu gendong” nyata terdapat di berbagai belahan bumi Indonesia, Aceh sampai Papua meski semangat tersebut jarang menjelma fenomena di Jawa sendiri.

Di pedesaan atau daerah terpencil Indonesia yang masih jauh dari semangat ini maka jalur modernisasi dan formal digunakan.

Semisal dibangun organisasi-organisasi, Rumah Ibadah/Do’a turut memeriahkan pembangunan.(**)

Article topics

Leave a comment

Tinggalkan Balasan