Skip to content

Berikan Sanksi Pecat Bagi Anggota Satpol PP Surabaya Yang Lakukan Pungli

Kasatpol PP Surabaya, M. Fikser.

SURABAYA || NUSANTARAMAILS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tak segan memberikan sanksi tegas bagi seluruh jajaran yang melakukan tindakan pungutan liar (pungli). Hal tersebut komitmen Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat.

Oleh karenanya, pihak Kasatpol PP Kota Surabaya, M Fikser kembali mengingatkan anggota agar tidak bermain-main dengan pungli.

Sebab, jika ada anggota melakukan tindakan itu, Fikser juga tak segan-segan memberikan sanksi tegas, hingga pemecatan.

“Di era kepemimpinan Wali Kota Surabaya Pak Eri Cahyadi, beliau sangat tegas sekali. Terkait pungli, ketahuan dipecat, tidak ada teguran satu, teguran dua, turunkan pangkat atau diskorsing tidak, tapi langsung pemecatan,” tutur Kasatpol PP Kota Surabaya, M Fikser, Senin (8/1/2024).

Sanksi tegas diberikan anggota Satpol PP ketika bermain pungli, bukan slogan semata. Sebab, lanjut dia, sebelumnya beberapa anggota melakukan tindakan pungli langsung mendapat sanksi tegas berupa, di pecat.

“Itu bukan sekadar slogan, tapi itu dibuktikan dengan beberapa rekan kami yang dipecat karena melakukan tindakan pungli,” tegas dia.

Baca Juga : 

Kankemenag Kota Surabaya Gelar Apel Bersama Puncak HAB ke-78 Kemenag RI

Fikser tak menampik jika ada oknum anggota Satpol PP yang bermain pungli dengan Pedagang Kaki Lima (PKL).

Pada intinya, oknum petugas itu akan membiarkan PKL berjualan apabila membayar pungli. “Itu (oknum) kita akui ada. Nah, itu di pecat,” jelasnya.

Fikser mengungkapkan, beberapa kali telah mengumpulkan jajarannya dan mengingatkan akan hal tersebut. Namun apabila masih saja ada oknum bermain dengan pungli, pihaknya memastikan tidak akan melindungi.

“Teman-teman kami, kami sudah berulang kali kumpulkan. Kalau itu (pungli) dilakukan, kita tidak bisa lindungi. Anda harus menanggung risiko itu,” tegasnya lagi.

Nah, untuk meminimalisir atau mencegah adanya oknum yang bermain pungli, Fikser mengatur pola penugasan personilnya di lapangan. Dimana anggota yang bertugas di lapangan itu, tidak akan selalu ditempatkan di satu titik lokasi.

“Sehingga kita tidak menetapkan orang (personel) terus menerus di situ. Jadi, kita harus ganti. Kami ada setiap tiga hari pasti ada pertukaran personel, sehingga tidak ada kesempatan untuk berkoloni, membangun relasi,” paparnya.

Oleh sebab itu, Fikser menyebutkan bahwa, setiap tiga hari sekali, anggota Satpol PP Surabaya dilakukan rotasi dalam penugasan di lapangan. Misalnya pada hari Senin, personel A bertugas di Pasar Keputran, maka di hari Kamis, personel tersebut selanjutnya ditugaskan di lokasi yang lain.

“Karenanya rotasi anggota itu kita lakukan setiap tiga hari. Jadi, kalau (PKL) bayar dengan si A (oknum), maka ketika si B yang bertugas menertibkan, akan ketahuan kalau (ada PKL) bayar (ke oknum A),” terang pria asal Serui, Papua tersebut.

Lihat Juga : 

Susu Dilipat-lipat, Bawaslu Kaur Perketat Pengawasan

Maka dari itu, Fikser kembali berpesan kepada jajaran personilnya agar dapat bekerja sesuai prosedur. Dia meminta jajarannya terus menjaga integritas dan kepercayaan publik sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

“Saya bilang sama rekan-rekan anggota Satpol PP, kalau bermain-main pungli begitu, saya pecat,” tandas dia. (vfz/yti)

Article topics

Leave a comment

Tinggalkan Balasan