KAUR ││NUSANTARAMAILS.COM – Dampak kemarau yang menyebabkan kekeringan dimana-mana juga berpengaruh pada hewan ternak. Kemarau yang melanda membuat ternak kekurangan pasokan makanan akibat rumput mati akibat cuaca panas.
Akibatnya, hewan ternak jenis sapi dan kerbau terancam stunting alias kurus yang disebabkan oleh kurang gizi. Sumber makanan ternak mengering karena terik matahari. Peternak harus bekerja ekstra keras mencari makanan tambahan untuk ternak.
Tempat yang biasa digunakan sebagai lokasi pengembalaan ternak tidak lagi dapat difungsikan karena rerumputan mengering. Harapan turunnya hujan membasahi rerumputan adalah doa untuk ketersediaan makanan hewan ternak.
Baca Juga :
Viral Pelakor Minta Divideokan Saat Ngamar Bareng Suami Orang
“Akibat kemarau, bukan hanya masyarakat yang merasakan. Namun, juga hewan ternak ikut terdampak. Sebab, tidak lagi ditemukan rumput segar sebagai bahan makanan ternak. Semua mengering akibat terik matahari yang panas,” ungkap Hendri (47), Rabu (1/11/2023).
Dimusim kemarau ini, ternak mulai masuk hutan belantara untuk mencari makan. Jika tidak diperhatikan dengan serius oleh peternak, maka bisa saja hilang. Bukan hanya karena dicuri, namun karena ternak kehilangan arah untuk kembali ke kandangnya.
Tidak heran, saat musim kemarau hewan ternak lebih banyak kurus. Hal ini disebabkan kurangnya pasokan makanan setiap hari. Karena itu, turunnya hujan bukan semata-mata rahmat bagi manusia, namun juga berkah bagi hewan ternak.(yti)

Leave a comment